DEMOCRAZY.ID – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, kembali menunjukkan keberpihakannya pada isu kemanusiaan.
Dalam sebuah penampilan emosional di Palau Sant Jordi, Barcelona, Guardiola menyampaikan pidato menyentuh yang disebut sebagai “manifesto kemanusiaan” untuk rakyat Gaza.
Hadir dalam konser amal bertajuk “Act X Palestine”, pelatih asal Catalan ini naik ke atas panggung dengan mengenakan keffiyeh tradisional Palestina.
Di hadapan ribuan penonton, Guardiola menyerukan diakhirinya “penindasan selama beberapa dekade” dan mengecam keras diamnya para pemimpin dunia.
Dalam pidatonya, Guardiola merefleksikan penderitaan anak-anak di Gaza yang gambarnya terus membanjiri media sosial selama dua tahun terakhir.
“Saya selalu berpikir, apa yang mereka pikirkan? Saya pikir kita telah membiarkan mereka sendirian, terlantar,” ujar Guardiola dengan nada getir.
“Saya selalu berpikir mereka pasti berkata, ‘Di mana kalian? Datanglah bantu kami.’ Dan sampai sekarang, bahkan sekarang, kita belum melakukannya.”.
Guardiola juga melontarkan kritik tajam kepada para pemimpin dunia yang ia sebut sebagai pengecut karena membiarkan rakyat sipil menjadi korban sementara mereka hidup nyaman.
“Para penguasa itu pengecut karena mereka mengirim orang-orang tak berdosa untuk membunuh orang-orang tak berdosa… sementara mereka berada di rumah dengan pemanas saat dingin dan AC saat panas,” tegasnya.
Acara “Act X Palestine” yang diorganisir oleh koalisi hak asasi manusia dan organisasi budaya Catalan ini bertujuan menggalang dana untuk bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi budaya di Palestina.
Guardiola menekankan bahwa tujuan perang modern sering kali adalah menciptakan “keheningan” dan ketidakpedulian masyarakat dunia.
“Bom-bom itu ingin kita memalingkan muka. Kita tidak boleh memalingkan muka dan harus terlibat,” serunya.
Ia juga menarik garis sejarah antara situasi di Palestina saat ini dengan pemboman Barcelona pada tahun 1938 selama Perang Saudara Spanyol, serta memuji kerja keras LSM Open Arms yang menyelamatkan migran di Laut Tengah.
Acara tersebut dimeriahkan oleh sederet seniman seperti Bad Gyal, Lluís Llach, serta penyanyi Palestina Zeyne dan Lina Makoul.
Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Palestinian Performing Arts Network (PPAN) untuk mendukung pusat-pusat kebudayaan di Palestina.
Menutup pidatonya yang disambut standing ovation, Guardiola berpesan,
“Semua ini hanyalah tentang kemanusiaan. Yang mana merupakan segala sesuatu yang tidak terjadi di Palestina.”.
⚡️🇪🇸🇵🇸JUST IN:
On stage in Barcelona, Pep Guardiola wore a keffiyeh and opened with “Salam Alaykoum” as he spoke for the children of Gaza at the Act x Palestine charity event.
He condemned the world’s abandonment of Palestinians and recalled children searching for parents under… pic.twitter.com/bFfoFKrgcQ
— Suppressed News. (@SuppressedNws1) January 29, 2026
Sumber: Inilah