DEMOCRAZY.ID – Pernyataan keras tentang pejabat yang gemar menipu rakyat kembali viral di media sosial.
Unggahan video Instagram @heynaisha, Kamis (29/1/2026), menyoroti dampak kebohongan yang tak hanya berujung pada kehancuran moral, tetapi juga berimbas langsung pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Pernyataan tersebut memantik diskusi luas publik, terutama ketika dikaitkan dengan penjelasan Alquran Medis yang memadukan dalil wahyu, hadis Nabi, dan temuan ilmiah modern.
Dalam video tersebut, disampaikan peringatan tajam tentang konsekuensi dusta yang dilakukan pejabat selama menjabat.
“Pejabat yang suka menipu rakyat, membohongi rakyat, nanti kalau jabatannya sudah selesai, dia akan sakit semua, wajahnya mungkin berubah, rusak,” demikian kutipan pernyataan yang disampaikan dan menjadi perhatian warganet.
Pesan tersebut tak berhenti sebagai nasihat moral, melainkan diperkuat dengan rujukan ke Alquran dan kajian medis kontemporer.
Penjelasan tersebut merujuk pada Alquran Medis yang diterbitkan Qur’an Cordoba, sebuah mushaf tematik medis pertama di Indonesia yang mengaitkan ayat-ayat Alquran dengan hadis medis dan jurnal kesehatan.
Dalam konteks kebohongan, rujukan diarahkan pada Surat Al-Baqarah ayat 9, yang menjelaskan bagaimana perilaku dusta bukan hanya menipu manusia, tetapi juga mencelakakan pelakunya sendiri,baik secara spiritual maupun biologis.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).”(HR. Muslim 2607, Shahih)
Menariknya, Alquran Medis juga mengungkap fakta ilmiah yang sejalan dengan pesan hadis tersebut.
Berdasarkan jurnal kesehatan yang dirujuk, kebohongan terbukti meningkatkan hormon stres yang berdampak pada penurunan sistem imun, gangguan tidur, hingga masalah kardiovaskular.
Secara neurologis, perilaku dusta mengaktifkan amigdala, pusat emosi di otak yang memicu respons fight-or-flight.
Jika respons ini berlangsung terus-menerus, tubuh akan berada dalam kondisi stres kronis yang merusak kesehatan secara perlahan namun pasti.
Pesan reflektif dari kajian tersebut menegaskan bahwa kejujuran bukan hanya jalan keselamatan akhirat, tetapi juga fondasi kesehatan jasmani.
Alquran dan sains modern bertemu dalam satu simpulan, yakni dusta adalah racun yang bekerja senyap, menghancurkan jiwa dan raga sekaligus.
Tak heran jika pesan penutupnya sederhana namun mendalam: “Baca Alquran selalu, sehat badan selalu, Masya Allah.”
Sumber: Inilah