DEMOCRAZY.ID – Selebgram Lula Lahfah ditemukan tak bernyawa di kamar apartemennya, Jumat (24/1/2026).
Hingga kini, polisi masih menelusuri penyebab kematian korban dengan memeriksa sejumlah pihak, mulai dari sahabat, tenaga medis, hingga kekasihnya, Reza Arap.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap tujuh fakta penting terkait peristiwa tersebut:
Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di unit apartemen Lula yang berada di wilayah Jakarta Selatan.
Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan dari rumah sakit, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.
“Ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih, Sabtu (24/1/2026).
Keterangan dari asisten rumah tangga (ART) menyebutkan bahwa Lula sempat berobat pada malam hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Pada hari Jumat tanggal 23 Januari, Saksi I (ART) di luar kamar, sedangkan almarhumah ada di dalam pintu dalam keadaan terkunci, minta bantuan pihak pengelola untuk membuka pintu karena (Saksi I) udah curiga dan khawatir almarhumah dalam keadaan sakit. Dan semalam baru berobat bersama sopir atau asisten pribadinya bernama Saudara Sindy,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes I Putu Yuni Setiawan, dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Kecurigaan ART muncul setelah Lula tidak merespons ketukan pintu kamar.
Ia kemudian meminta bantuan petugas keamanan apartemen untuk membuka pintu.
Setelah kamar berhasil dibuka, Lula ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Posisi tubuhnya telentang di atas tempat tidur, tertutup selimut putih, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan, dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Pihak kepolisian mengungkap bahwa korban baru saja menjalani tindakan medis berupa operasi batu ginjal, serta memiliki riwayat asam lambung akut.
“Karena kan korban almarhum itu habis operasi batu ginjal ya, tanggalnya lagi dicek ke RSPI. Habis operasi batu ginjal, sama asam lambung akut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Pada dini hari sebelum korban ditemukan meninggal, ART mengaku mendengar suara rintihan dari dalam kamar Lula.
“Terus jam 02.00 WIB dini hari, ART mendengar dia kayak kesakitan. Iya orang kesakitan, erangan,” kata Kombes Budi.
Polisi menduga Reza Arap berada di apartemen saat Lula meninggal dunia, Jumat (23/1/2026). Dugaan tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah saksi.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan keberadaan Reza Arap di TKP masih dalam tahap pendalaman penyidik.
“Sampai saat ini dugaan untuk pacarnya ada dari keterangan bahwa ada di TKP,” kata Iskandarsyah, Senin (26/1/2026).
Sedikitnya tujuh orang dari lingkungan terdekat korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan, di antaranya asisten pribadi, sopir, ART, serta petugas keamanan apartemen.
Reza Arap juga dimintai keterangan guna melengkapi rangkaian informasi terkait kondisi dan aktivitas Lula sebelum wafat.
Bareskrim Polri turut melakukan pemeriksaan ilmiah terhadap sejumlah barang bukti yang diamankan dari apartemen korban.
Salah satunya adalah tabung gas whip cream atau whip pink yang ditemukan di lokasi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Lula Lahfah secara objektif dan berdasarkan hasil laboratorium.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, menyatakan seluruh barang bukti telah diserahkan kepada tim Laboratorium Forensik Bareskrim Polri.
“Penyidik melakukan pemeriksaan laboratoris terhadap beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Saat ini barang-barang tersebut sudah dikirim ke Labfor Bareskrim Polri,” kata Andaru di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (28/1/2026).
Sumber: Inilah