Ubud, Bali – Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan pasca-pandemi yang terus meningkat, Ubud tidak hanya dikenal sebagai pusat seni, budaya, dan yoga retreat, tetapi juga semakin menonjol sebagai destinasi medical tourism berkualitas di Bali.
Fasilitas kesehatan modern yang andal menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi wisatawan internasional yang mencari perawatan cepat, aman, dan terintegrasi dengan liburan.
Salah satu nama yang sering disebut sebagai andalan di kawasan ini adalah Hospital Ubud, yang secara resmi dikenal sebagai Kenak Medika Hospital.
Rumah sakit ini terus memperkuat posisinya sebagai pilihan utama bagi wisatawan, ekspatriat, dan warga lokal dengan layanan standar internasional, fasilitas canggih, dan respons cepat terhadap isu kesehatan terkini.
Menurut data pariwisata Bali dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kunjungan wisatawan asing ke Bali pada kuartal pertama 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 2,5 juta orang—naik sekitar 15% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Banyak di antaranya memilih Ubud sebagai basis karena udara segar pegunungan, akses mudah ke atraksi alam, dan kini juga akses kesehatan yang handal.
Di sinilah peran Kenak Medika Hospital semakin krusial, terutama dalam menghadapi ancaman penyakit tropis seperti dengue fever yang masih menjadi perhatian di musim hujan, serta kewaspadaan global terhadap Nipah Virus.

Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan RI kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi penyebaran Nipah Virus di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Meski hingga akhir Januari 2026 belum ada kasus konfirmasi di Bali, otoritas kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi, khususnya di daerah wisata padat seperti Ubud.
Nipah Virus, yang ditularkan melalui kontak dengan kelelawar buah, getah nira terkontaminasi, atau kontak langsung dengan orang terinfeksi, memiliki tingkat kematian tinggi (bisa mencapai 40-75% menurut WHO).
Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, muntah, gangguan pernapasan, hingga kejang dan penurunan kesadaran. Di Bali, risiko meningkat karena keberadaan kelelawar buah di area pedesaan dan hutan sekitar Ubud.

Kenak Medika Hospital telah menunjukkan kesiapan tinggi terhadap ancaman ini. Sebagai rumah sakit yang berlokasi strategis di jantung Ubud (Jalan Raya Mas), fasilitas ini dilengkapi dengan unit gawat darurat (UGD) 24 jam, tim respons cepat, ruang isolasi standar, dan peralatan diagnostik modern seperti laboratorium dan radiologi (termasuk X-ray dan CT-scan).
Tim medisnya, yang terdiri dari spesialis berbagai bidang seperti penyakit dalam, neurologi, dan penyakit infeksi, siap menangani kasus suspek dengan protokol ketat sesuai panduan Kemenkes dan WHO.
Dalam artikel blog resmi rumah sakit bertajuk “Know Nipah Virus in Bali and Hospital Preparedness” (dirilis 28 Januari 2026), Kenak Medika menekankan pentingnya deteksi dini.
Mereka menyarankan wisatawan untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala setelah kontak dengan hewan atau konsumsi makanan mentah di area terbuka.
Fasilitas ini juga mendukung pasien internasional dengan layanan multibahasa, proses klaim asuransi internasional, dan booking online untuk konsultasi cepat—membuatnya ideal bagi traveler yang butuh perawatan tanpa mengganggu itinerary liburan.

Selain Nipah, dengue fever (demam berdarah) tetap menjadi ancaman utama di Bali pada musim hujan 2025-2026. Data dari Dinas Kesehatan Bali menunjukkan peningkatan kasus di wilayah Gianyar (termasuk Ubud) dan Badung, dengan faktor utama curah hujan tinggi, genangan air, dan mobilitas tinggi wisatawan.
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan bisa berlanjut hingga Mei 2026, meningkatkan risiko di hotspot seperti Ubud, Canggu, dan Seminyak.
Kenak Medika Hospital aktif dalam pencegahan dan penanganan dengue. Unit laboratoriumnya menyediakan tes cepat NS1 dan IgM/IgG untuk diagnosis akurat dalam hitungan jam.
Spesialis penyakit dalam dan pediatrik siap menangani kasus ringan hingga berat, termasuk hidrasi intravena dan monitoring platelet.
Rumah sakit ini juga menawarkan paket check-up preventif dengan harga terjangkau, termasuk skrining darah dan konsultasi dokter untuk wisatawan yang ingin memastikan kesehatan sebelum aktivitas outdoor.
Testimoni dari pasien internasional (dari Polandia, Italia, Kanada, dan lainnya) yang dibagikan di situs resmi menyoroti keunggulan: kebersihan fasilitas, respons cepat, staf ramah multibahasa, dan proses asuransi yang lancar.
Banyak wisatawan menyebut pengalaman mereka di sini jauh lebih nyaman dibandingkan klinik kecil atau rumah sakit di luar Ubud.

Tidak hanya fokus pada pengobatan, Kenak Medika Hospital terus berinovasi untuk mendukung tren pariwisata berkelanjutan.
Baru-baru ini, rumah sakit ini memperkenalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area parkirnya—langkah yang ramah lingkungan sekaligus memudahkan wisatawan yang menggunakan mobil listrik rental di Bali.
Fasilitas lain yang menonjol:
Sejak beroperasi sebagai rumah sakit umum sejak 2021 (awalnya klinik), Kenak Medika berkomitmen pada standar internasional, aksesibilitas bagi semua kalangan (termasuk BPJS Kesehatan, asuransi swasta, dan pasien umum), serta pendekatan humanis.
Lokasinya di pusat Ubud membuatnya mudah diakses dari area wisata utama seperti Monkey Forest, Tegallalang, atau villa-villa premium.

Di tengah persaingan fasilitas kesehatan di Bali (seperti BIMC Ubud, Surya Husadha, atau Prima Medika), Kenak Medika unggul karena kombinasi:
Tren medical tourism di Bali terus naik: wisatawan tidak hanya mencari pengobatan, tapi juga wellness holistik—yoga, spa, dan healing tradisional Bali—yang bisa dikombinasikan dengan check-up medis.
Pemerintah Indonesia pun mendorong sektor ini melalui insentif di kawasan seperti Sanur dan Bali secara umum, tapi Ubud tetap unggul karena daya tarik budaya dan alamnya.
Bagi wisatawan yang berencana ke Ubud di 2026, memiliki referensi rumah sakit terpercaya seperti Kenak Medika memberikan ketenangan pikiran.
Apakah untuk treatment mendadak, vaksinasi, atau sekadar check-up rutin, fasilitas ini siap menjadi “trusted partner” dalam perjalanan kesehatan Anda.
Untuk info lebih lanjut, kunjungi situs resmi atau hubungi langsung untuk appointment.
Kesehatan adalah investasi terbaik—terutama saat menikmati keindahan Ubud. Tetap waspada, tetap sehat, dan selamat berlibur!
