Ahok Heran Orang Terbaik Pertamina Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid Dicopot, Minta Presiden Diperiksa!

DEMOCRAZY.ID – Ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat mendadak riuh saat Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meminta jaksa penuntut umum memeriksa Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Adapun hal itu terjadi dalam persidangan lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina, Selasa (27/1/2026).

Duduk sebagai terdakwa dalam perkara ini Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.

Mulanya jaksa menanyakan BAP Ahok terkait nama mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina, Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid.

Djoko Priyono merupakan mantan Direktur Utrama PT Kilang Pertamina Internasional.

Ia berakhir menjabat Dirut pada 15 maret 2022 berdasarkan Keputusan Pemegang Saham.

Kemudian Mas’ud Khamid merupakan mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Ia mengakhiri jabatan sebagai Dirut PT Pertamina Patra Niaga pada 5 Mei 2021 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Melihat dari rentang waktu berakhirnya masa jabatan Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid terjadi para era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Ini istilah saudara sebut di sini yang sudah dicopot. Ada persoalan dengan dua orang ini sehingga kemudian ini disebut sebut sebagai mantan yang sudah dicopot?” tanya jaksa di persidangan.

Ahok mengatakan baginya dua orang tersebut Direktur Utama terhebat yang dipunya Pertamina.

Mereka, kata Ahok, mau memperbaiki produksi kilang termasuk perbaiki Patra Niaga.

“Makanya saya sangat senang dengan mereka, semua yang saya arahkan, dia kerjakan. Termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan,” imbuhnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut lalu mengatakan Djoko Priyono, orang kilang, asli dari kilang.

“Ini orang menurut saya adalah orang yang terbaik pengetahuan tentang kilang, dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot saya pun mau nangis, saya telepon dia. Dia bilang begini, ‘Pak, sudahlah pak, saya di Yogya saja,’,” kata Ahok.

Ahok lalu mengatakan BUMN keterlaluan mencopot orang meritokrasi.

“Ini orang terbaik pak Joko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?” kata Ahok.

Ucapan Ahok itu lalu disambut sorak dan tepuk tangan pengunjung persidangan.

Majelis hakim lalu mengingatkan pengunjung agar tertib di persidangan.

“Tolong pengunjung, bisa tertib pengunjung, pengunjung. Ini persidangan ya, ini bukan hiburan. Tolong jangan bertepuk tolong,” imbau Hakim Ketua Fajar Kusuma.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya