DEMOCRAZY.ID – Purnawirawan Polri Brigjen Pol Purn Siswandi menantang pakar telematika Roy Suryo untuk melakukan sumpah pocong terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, Siswandi menyatakan siap menyumbang biaya pelaksanaan sumpah pocong tersebut.
Sumpah pocong adalah tradisi di masyarakat Jawa yang beragama Islam, untuk membuktikan kebenaran tuduhan dengan cara membungkus diri seperti jenazah.
Praktik ini dilakukan dengan keyakinan adanya hukuman atau laknat dari Tuhan jika berbohong, dan kerap digunakan untuk menyelesaikan sengketa atau krisis kepercayaan antar pihak.
“Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan,” kata Siswandi, dikutip dari tayangan YouTube Rasis Infotainment, Kamis (22/1/2026).
“Saya akan datang kalau Anda sumpah pocong. Saya akan nyumbang anggaran secukupnya untuk melaksanakan sumpah pocong,” tambahnya.
Menurut Siswandi, Roy Suryo tidak memiliki kompetensi untuk menilai ijazah Jokowi sebagai palsu, karena belum pernah memegang dokumen tersebut.
“Ngelihat megangnya belum kok sudah bilang palsu. Apa hebatnya dia,” ujar Siswandi.
Ia menegaskan bahwa setiap orang yang menuduh ijazah Jokowi palsu seharusnya bisa membuktikannya.
Siswandi juga menyinggung pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia, yang menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli.
“Rektor yang mengeluarkan aja bilang asli. Anda nggak ada urusannya bilang palsu. Apa kapabilitas Anda?” tegas mantan Kapolres Cirebon Kota ini.
Selain itu, Siswandi menyarankan Roy Suryo untuk melakukan salat taubat dan salat tahajud agar mendapat pencerahan.
[VIDEO]
Bukan orang sembarangan, Siswandi memiliki rekam jejak panjang di korps Bhayangkara hingga dunia sosial dan hukum pasca-pensiun.
Lahir di Medan pada 5 Juli 1959, karier Siswandi mulai bersinar saat menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota pada medio 2002 hingga 2004.
Kedekatannya dengan masyarakat dan jurnalis di Cirebon membuat namanya tetap harum hingga dua dekade setelah ia meninggalkan kota tersebut.
Karier kepolisiannya terus menanjak saat ia dipromosikan ke Bagian Narkoba Bareskrim Polri.
Prestasi puncaknya di bidang ini tercatat saat ia ditunjuk sebagai Direktur Pertama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pengalaman ini membentuk karakternya yang tegas namun tetap humanis.
Memasuki masa purna tugas, Siswandi tidak memilih untuk berdiam diri.
Semangatnya melawan narkoba diwujudkan dengan mendirikan GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba).
Selain itu, ia juga aktif di ormas Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) dan menyalurkan hobi seninya melalui Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).
Tak hanya aktif di kegiatan sosial, Siswandi kini juga merambah dunia hukum secara profesional.
Ia tercatat sebagai pendiri Jagratara Merah Putih Law Firm dan tergabung dalam organisasi advokat ternama, Kongres Advokat Indonesia (KAI).
Kedekatannya dengan akar rumput di Cirebon sempat membawanya masuk dalam bursa Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon pada November 2024 lalu.
Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh “Bang Sis” masih sangat kuat di mata masyarakat sebagai figur pemimpin.
Kini, dengan latar belakang hukum dan pengalaman intelijen kepolisian yang kuat, Siswandi muncul di tengah panasnya kasus ijazah Jokowi.
Tantangan sumpah pocong yang ia berikan kepada Roy Suryo bukan sekadar gertakan, melainkan manifestasi dari keyakinannya akan sebuah kebenaran.
“Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan. Saya akan datang kalau anda sumpah pocong,” demikian kutipan tantangan Siswandi yang kini viral.
Sumber: Tribun