DEMOCRAZY.ID – Mantan Ketua MPR Prof. Amien Rais memperingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk mewaspadai upaya destabilisasi dari pendukung mantan Presiden Jokowi dan kemungkinan pengaruh asing, khususnya China.
Dalam video yang diunggah Selasa (6/1/2026(, Amien menyebut Indonesia terancam “makin gelap” di tahun 2026 jika tidak segera mengambil langkah tegas.
“Sisa-sisa ratusan ribu pendukung Jokowi terus berusaha menggoyahkan pemerintahan Prabowo. Presiden perlu mewaspadai kematagelasan Jokowi ini,” ujar Amien.
Amien secara khusus menyoroti kedekatan Jokowi dengan pemerintah China, menyebut bahwa mantan presiden tersebut mengunjungi Beijing sebanyak tujuh kali selama masa jabatannya—lebih sering dibanding negara mana pun.
Ia bahkan meminta BIN dan BAIS untuk memantau kemungkinan adanya komunikasi langsung (hotline) antara Jokowi dan Presiden China Xi Jinping.
“Bukan hal mustahil bila Jokowi punya hotline dengan Xi Jinping, menanti pengarahan dari Beijing. Dinas intelijen RRT tidak kalah tangguh dari KGB, CIA, atau Scotland Yard,” tandas politisi senior tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Amien juga mengkritik keras pemerintahan Jokowi yang disebutnya telah “merusak Indonesia secara sistematis” selama 10 tahun.
Ia menyebut dosa terbesar Jokowi adalah “menjual murah Indonesia ke China” dan membandingkan kedekatan Jakarta-Beijing era Jokowi dengan era Nasakom ketika PKI pernah berkuasa.
Penyampaian tersebut usai Amien menerima kunjungan dua aktivis “Hizbut Tahrir Indonesia” (“HTI”), Nur Widianto dan Dian Prio Legowo, yang mengundangnya ke acara silaturahmi HTI di Jakarta pada 14 Januari 2026.
Amien mengambil tema dari tabloid Media Umat yang berafiliasi dengan HTI, berjudul “2025 Masih Gelap, 2026 Makin Gelap?”
Kepada Presiden Prabowo, Amien menyampaikan pesan langsung: “Tak usah merasa berhutang budi pada Jokowi yang sudah terang-terangan merusak Indonesia selama 10 tahun. Tugas Anda amat sangat berat, tapi kalau Anda bisa mengurung Jokowi dan para pikundangnya, itu sudah separuh keberhasilan.”
Amien, yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999-2004, juga mengingatkan Prabowo untuk tidak terjebak menjadi otokrat yang mudah menghukum kritik rakyat. “Kritik itu biasa—membuat sehat demokrasi kita,” pungkasnya.
Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah isu ijazah palsu Jokowi yang kembali mencuat dan spekulasi tentang pencalonan Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, dalam Pilpres 2029.
Amien menyebut peluang Gibran maju sebagai “semustahil gajah masuk ke lubang jarum.”
HTI sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibubarkan pemerintah pada 2017 dengan tuduhan anti-Pancasila, namun menurut Amien, organisasi tersebut tetap aktif secara terbuka hingga kini, khususnya dalam kegiatan dakwah dan pengajian.
[FULL VIDEO]
Sumber: JakartaSatu