Pandji Pragiwaksono Ungkap Ciri-Ciri Polisi Nyusup Nonton Mens Rea: Datang Terlambat, Tak Tertawa

DEMOCRAZY.ID – Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan ciri-ciri penonton yang diduga merupakan aparat kepolisian saat menyaksikan special show stand-up comedy Mens Rea.

Berdasarkan undangan yang sempat diminta pihak kepolisian, diperkirakan ada sekitar 100 orang polisi yang menonton pertunjukan tersebut.

Menurut Pandji, penonton yang diduga aparat kepolisian itu datang terlambat dan tidak menunjukkan respons tawa sepanjang pertunjukan.

Saat tampil di atas panggung, Pandji juga menyinggung dugaan kehadiran aparat intel di antara penonton yang datang menyaksikan pertunjukannya.

Sejak awal, pertunjukan Mens Rea memang menerapkan pengamanan ketat.

Penonton dilarang merekam video maupun audio selama pertunjukan berlangsung.

Bahkan, ponsel penonton diawasi oleh tim keamanan untuk mencegah kebocoran materi yang dibawakan Pandji.

“Waktu itu emang ada intel, karena kan kalau di show stand up gue itu ada keamanan yang mantau penonton, takutnya penonton naikin hp terus merekam. Enggak boleh merekam video, enggak boleh ngerekam audio. Hp-nya disita,” kata Pandji seperti dikutip dari YouTube HAH Creative yang tayang pada 2 Oktober 2025 silam.

Kejadian mencurigakan tersebut kemudian terjadi ketika seorang penonton pria yang duduk di area Emerald ketahuan merekam pertunjukan.

Tim keamanan lalu menghampiri penonton tersebut dan meminta agar rekaman dihapus.

Namun, saat diminta menghapus video, tim keamanan justru menemukan hal mencurigakan di galeri ponsel penonton tersebut.

“Terus ada satu bapak-bapak duduknya di Emerald, ketahuan merekam. Disamperin sama usher gue disuruh hapus. Kan kalau lu hapus videonya kan, masuknya kan foto-foto album. Isinya foto-foto polisi di situ. Wah, intel beneran nih,” ujarnya.

Pandji pun sempat menyinggung keberadaan intel tersebut sambil melemparkan guyonan di atas panggung.

Polisi Minta 100 Undangan

Pandji juga mengklaim bahwa pihak kepolisian sempat meminta undangan dalam jumlah besar untuk menonton pertunjukan Mens Rea.

“Kalau enggak salah, gua sebut aja deh, yang pasti polisi minta undangan lebih dari 100 untuk nonton Mens Rea,” ujarnya.

Ia mengaku semakin yakin dengan kecurigaannya setelah melihat langsung sejumlah penonton yang menurutnya tidak datang untuk menikmati stand-up comedy yang dibawakannya.

“Dan ketika lagi stand up gue ngelihat siapa-siapa aja yang menurut gue, ada orang di Diamond datang bapak-bapak datangnya terlambat. Udah pasti enggak appreciate acara, bukan datang karena dia fans. Selama acara enggak ada ketawa-ketawa sama sekali. Polisi itu, yakin seyakin-yakinnya gue,” pungkasnya.

Heboh Soal Mata Ngantuk

Sebagai informasi, dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea yang dirilis di Netflix, Pandji melontarkan materi tentang alasan pemilih dalam menentukan pemimpin berdasarkan fisik.

Salah satu bit dalam materi tersebut menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Gibran yang terlihat sayu dan ngantuk.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar, ganteng ya. Anies, manis ya. Prabowo, gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran, ngantuk ya.

Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ucap Pandji dalam materi komedinya tersebut.

Tompi kemudian menanggapi hal tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @dr_tompi.

Ia menyebut bahwa menertawakan kondisi fisik Gibran bukanlah bentuk kritik yang cerdas.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi di Instagram, Senin (4/1/2026).

Kendati melontarkan kritik, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi Pandji dalam Mens Rea.

Ia mengaku telah menonton special show Pandji dan menilai materi yang disampaikan banyak benarnya.

“Btw sy nonton shownya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya,” pungkasnya.

Tompi Bela Gibran

Sementara itu, dokter yang juga penyanyi, Tompi memberikan pembelaan terhadap Gibran setelah materi stand-up comedy Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono menyinggung kondisi mata Gibran yang disebut terlihat “ngantuk”.

Menurut Tompi, kondisi mata Gibran yang terlihat ngantuk merupakan kondisi medis yang tidak seharusnya dijadikan bahan lelucon.

Ia menegaskan bahwa kondisi mata yang disorot dalam materi komedi tersebut dikenal secara medis sebagai ptosis.

Usai membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari komika Pandji Pragiwaksono terkait sebutan “mata ngantuk”, penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi turut menyindir warganet yang menudingnya sebagai “Termul” atau Ternak Mulyono.

Kritik Tompi terhadap Pandji turut mendapatkan respons dari publik.

Tak sedikit warganet yang menuding dr Tompi sebagai “termul” atau Ternak Mulyono, sebutan bagi pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pasalnya, Tompi dinilai terkesan membela Gibran.

Alih-alih menanggapi tudingan tersebut dengan serius, Tompi memilih membalasnya dengan candaan.

Beberapa hari setelah mengunggah kritik terhadap Pandji, Tompi memposting sebuah foto saat dirinya bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Melaney Ricardo, dan Iko Uwais.

Dalam caption unggahan tersebut, Tompi menulis dengan nada bercanda.

“Komisaris atau Dirut Pertamina ya? Coba cocoknya apa @melaney_ricardo,” tulisnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya