GEGER! Ancaman Bom Sasar 10 Sekolah di Depok!

DEMOCRAZY.ID – Sebanyak 10 sekolah di wilayah Depok, Jawa Barat, menjadi sasaran ancaman teror bom yang beredar pada Selasa (23/12/2025).

Ancaman tersebut dikirimkan melalui email kepada masing-masing sekolah dan memicu respons pengamanan dari aparat kepolisian.

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob Polri diterjunkan ke sejumlah lokasi sekolah yang disebut dalam email ancaman tersebut.

Salah satu sekolah yang dilakukan pengecekan adalah SMA Arrahman, di Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok.

Pemeriksaan berlangsung sekitar pukul 17.28 WIB, dengan personel Gegana menggunakan alat detektor bahan peledak.

Petugas menyisir sejumlah titik di lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, toilet, hingga ruang guru.

Operator sekolah SMA Arrahman, Danar, mengungkapkan bahwa kabar adanya ancaman teror bom pertama kali ia ketahui sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat itu, Danar yang sedang berada di rumah diminta untuk segera datang ke sekolah.

Setelah melihat isi email yang diterima pihak sekolah, Danar menuturkan bahwa pesan tersebut tidak hanya berisi ancaman.

Isi pesan juga memuat ungkapan kekecewaan pelaku terkait persoalan pribadi yang kemudian dikaitkan dengan dendam terhadap sekolah-sekolah di Depok.

“Kalau bahasa ancamannya itu meluapkan kekecewaan segala macam. Masalahnya seperti pribadi, tapi dikaitkan dengan dendam ke sekolah-sekolah dan mengancam akan melakukan teror bom,” ujar Danar, melansir Kompas.com.

Danar menambahkan, pesan bernada ancaman serupa juga dikirimkan ke beberapa alamat email sekolah lain di wilayah Depok.

Meski demikian, ia memastikan kondisi di SMA Arrahman relatif aman karena sekolah telah memasuki masa libur semester.

“Kebetulan sekolah sudah libur dan kegiatan belajar mengajar sudah selesai, jadi murid kami aman semua dan tidak ada yang berada di sekolah,” kata Danar.

Isi Email Ancaman Teror Bom

Baca juga: Tatapan Tajam Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dengan Kepala Terluka Parah, Tak Menyesal Bom Masjid?

Ancaman teror tersebut diketahui beredar melalui pesan berantai email yang dikirim oleh seseorang yang mengaku bernama Kamila Hamdi.

Dalam email itu, pengirim menyampaikan ancaman akan melakukan aksi teror bom disertai tindak kejahatan lain.

“Sekolah se Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini,”

Tunggu aja, anak-anak didik lu semua jadi korban,” demikian bunyi kutipan ancaman dalam email tersebut.

Tak hanya berisi ancaman, pengirim email juga mengungkapkan alasan di balik rencana teror yang disebutkannya.

Ia mengaku menyimpan dendam terhadap dunia pendidikan di Depok serta merasa tidak mendapatkan keadilan dari aparat penegak hukum.

“Gua benci sama pendidikan di Depok. Gak terima, polisi gak adil, gak tanggepin laporan karena gua diperkosa dan cowo yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua,” tulisnya dalam email.

Dalam pesan tersebut, pelaku juga menyebutkan identitas diri, latar belakang pendidikan tempatnya mengenyam pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi.

Ia mengaku akan bertanggung jawab atas ancaman yang disampaikan.

“Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua lakukan,” tulisnya.

Tak berhenti sampai di situ, pengirim email juga mencantumkan alamat lengkap yang diklaim sebagai tempat tinggalnya.

Ia kembali menyatakan tidak takut dengan konsekuensi atas perbuatannya.

“Gua gak takut sama apa yang gua lakukan dengan nama almet-almet gua,” tandasnya.

Berdasarkan data yang beredar, email bernada ancaman tersebut dikirimkan langsung ke masing-masing sekolah yang menjadi sasaran.

Adapun sekolah yang disebut pelaku dalam email tersebut antara lain SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok.

Selain itu SMA PGRI 1 Depok, SMA Bintara Depok, Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, serta SMA Negeri 6 Depok.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait ancaman tersebut, termasuk soal identitas pengirim email maupun hasil penyelidikan awal.

Meski demikian, sejumlah personel Gegana Brimob Polri telah diturunkan ke beberapa sekolah yang disebut dalam ancaman untuk melakukan langkah pengamanan dan sterilisasi lokasi.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya