DEMOCRAZY.ID – Nama Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, tengah menjadi perhatian publik setelah ia secara terbuka menyebut 11 nama yang diduga sebagai bos penebangan pohon atau pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Keberanian Gus Irawan mengungkap daftar tersebut memicu diskusi luas, terutama karena aktivitas pembalakan liar itu diduga berkontribusi pada bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tapsel pada akhir November 2025.
Tidak hanya membeberkan nama-nama tersebut, Gus Irawan juga menyinggung peran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang menurutnya tidak pernah melibatkan pemerintah daerah saat menerbitkan izin PHAT.
“Saya bongkar saja. Kami tidak dilibatkan baik setelah terbitnya PHAT dari Kemenhut hingga masuk ke SIPUHH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan),” ucapnya, dikutip dari TribunMedan.com, Minggu (7/12/2025).
Ia menambahkan bahwa proses penerbitan PHAT dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah setempat.
“Sejak kapan PHAT ini mereka terbitkan kami tidak tahu. Karena tidak dilibatkan sama sekali,” tambah Gus Irawan.
Gus Irawan menilai Kemenhut memiliki peranan vital dalam menentukan izin penebangan kayu. Ia memberikan analogi yang cukup tajam untuk menggambarkan hubungan antara Kemenhut dan PHAT.
“Kalau sudah disetujui kemenhut, orang boleh tebang kayu. Memang bukan izin namanya. Sama ini nonton bioskop pun bukan pakai surat izin, tapi karcis,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta Kemenhut turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi hutan Tapsel. Ajakan yang sama ia sampaikan kepada anggota Komisi IV DPR.
“Saya undang mereka untuk turun ke lapangan. Begitu juga dengan teman-teman saya di Komisi IV DPR. Ayo sama-sama ke lokasi,” tandasnya.
Daftar 11 Nama Bos Penebang Pohon Versi Gus Irawan
Berikut nama-nama yang disebut Gus Irawan terlibat aktivitas penebangan pohon:
Beberapa di antaranya disebut telah memiliki PHAT berstatus tidak aktif atau sudah dibekukan.
Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak pernah mengeluarkan izin baru terkait penebangan kayu selama ia menjabat.
“Semua izin yang saya terbitkan adalah untuk jasa lingkungan, yakni izin menanam,” tegasnya usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Terlepas dari berita di atas, siapa Gus Irawan?
Melansir dari WIkipedia, Gus Irawan Pasaribu lahir 31 Juli 1964.
Ia adalah seorang Politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan periode 2025-2030.
Sebelumnya, ia pernah menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Gerindra mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara II dengan perolehan suara 188.205.
Ia menjabat di Komisi VII yang membidangi Energi, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup. Sebelum terjun di dunia politik ia adalah seorang profesional di Perbankan.
Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara.
Lahir di Padangsidimpuan pada tanggal 31 Juli 1964, Gus Irawan Pasaribu terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Dapil Sumatera Utara II setelah memperoleh 188,205 suara.
Gus adalah tokoh Sumatera Utara dan seorang bankir senior. Sebelum menjadi Anggota DPR-RI, Gus adalah Direktur Utama PT. Bank Sumut (dulu bernama BPDSU) sejak tahun 2000.
Gus Pasaribu adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumatera Utara dan di periode 2014-2019 Gus menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan.
Pada periode 2014-2019, Gus Irawan bertugas di Komisi XI DPR-RI sebagai Wakil Ketua komisi tersebut. Namun, pada tanggal 12 Januari 2016, ia digantikan oleh Supriyanto.
Pada rotasi yang sama, Gus Irawan Pasaribu mendapatkan posisi sebagai Ketua Komisi VII DPR-RI sebagai Ketua dari komisi tersebut.
Menurut Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Rotasi dilakukan oleh Fraksi Gerindra dengan tujuan untuk penyegaran.
Gus Irawan Pasaribu menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) di SD Negeri 7 Padangsidimpuan pada tahun 1976.
Ia lalu menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Medan pada 1980 dan sekolah menengah atas (SMA) di SMA Negeri 1 Medan pada tahun 1983.
Setelah itu, ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala pada tahun 1988 dan gelar Magister Manajemen dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 2009.
Ia memulai kariernya di Bank Sumut dengan menjabat sebagai Kepala Seksi dan kemudian dipercaya sebagai Pengawas Kantor Pusat.
Pada tahun 1994, ia diangkat menjadi Wakil Pimpinan Cabang, dan dua tahun kemudian, pada tahun 1996, menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Sumut.
Setelah meniti berbagai posisi strategis di lingkungan Bank Sumut, ia akhirnya dipercaya menjadi Direktur Bank Sumatera Utara pada tahun 2012.
Sumber: Tribun