DEMOCRAZY.ID – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai kunjungan para pejabat saat bencana banjir dan longsor yang terjadi di 3 provinsi Sumatra, yakni Sumatra Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatra Barat (Sumbar), sebagai ajang mencari panggung empati rakyat untuk persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Menurut Rifki, bantuan yang diberikan oleh para pejabat itu memang sah-sah saja, meski berlogo partai sekalipun.
Hanya saja, kata Rifki, hal tersebut akan dipandang berbeda dari kacamata politik.
“Dalam kacamata citra atau komunitas politik, itu juga mereka berharap bahwa ingin membantu tapi juga berharap monetize-nya kalau di YouTube kan, bahwa ada dampak, apakah dampak elektoral atau dampak citra,” papar Rifki dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews dalam program On Focus, dikutip pada Sabtu (6/12/2025).
“Saya rasa ini yang dicari oleh para politisi kenapa mereka berbondong-bondong ke Sumatra Barat ke Aceh dan Sumut, juga mereka bersaing dengan para influencer untuk mendapatkan atensi dari masyarakat di Sumatra,” sambungnya.
Di sisi lain, Rifki menilai bantuan yang diberikan oleh para pejabat itu sangat membantu masyarakat yang terdampak bencana, mengingat hingga kini masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Namun, jika dilihat dari sisi politiknya, kata Rifki, tentu ini juga menandakan partai politik dan juga politisi ingin mulai star untuk Pemilu 2029 nanti, terutama Pemilihan Presiden (Pilpres).
Apalagi, akan ada revisi Undang-undang Pemilu 2026 yang kini masih dipersiapkan oleh DPR dan pemerintah sebagai langkah memperkuat sistem demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2029, memperbaiki kelemahan yang muncul selama pelaksanaan pemilu sebelumnya, serta menyelaraskan berbagai Undang-undang terkait pemilu, pilkada, dan partai politik.
Rifki lantas menyinggung kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
“Karena kenapa mulai start melihat Pemilu? Ketika misalnya 2026 persiapan undang-undang pemilu, tentu mereka juga harus menyiapkan diri.”
“Mas AHY ini juga datang nih, Dedi Mulyadi juga datang ke Sumatra, Mas Gibran, ibaratnya orang-orang yang akan potensial menjadi bertarung di Pilpres di 2029 mereka tuh datang ke Sumatra,” ungkap Rifki.
Menurut Rifki, secara kemanusiaan hal tersebut bisa dianggap sebagai positif, tapi secara politik maupun secara komunikasi, ada panggung empati hati yang juga diincar.
Meski demikian, Rifki menganggap hal itu sah-sah saja untuk dilakukan.
“Ingin didulang agar mendapatkan atensi yang positif bagi masyarakat di Sumatra, yang terpenting jangan terlalu besar kontennya dibandingkan kemanusiaannya karena ini pasti akan dihajar juga oleh banyak orang,” katanya.
Selain AHY hingga Gibran, kunjungan para pejabat yang tak kalah disorot juga adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan salah satu kadernya, yakni Verrell Bramasta.
Sebab, kehadiran keduanya justru menuai kritik dari masyarakat karena dinilai lebih berorientasi pada pencitraan di tengah kondisi korban yang masih sangat membutuhkan bantuan.
Saat kunjungan, Zulhas tampak sedang memanggul sekarung beras saat menyambangi para pengungsi, tapi tindakan itu dinilai terlalu dibuat-buat karena dilakukan tepat di hadapan kamera dan tim dokumentasi, apalagi yang memanggul beras hanya Zulhas saja.
Sehingga dianggap hanya sengaja dipertontonkan di depan kamera agar menarik empati dan membangun citra.
Kritik terhadap Zulhas juga semakin tajam karena dia dinilai memiliki andil dalam maraknya penggundulan dan kerusakan hutan di Sumatra yang menjadi salah satu pemicu utama banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Lantaran, kebijakan izin konsesi yang dikeluarkannya saat menjabat Menteri Kehutanan (Menhut) dianggap membuka ruang eksploitasi besar-besaran, sehingga memperparah hilangnya hutan dan meningkatnya risiko bencana alam.
Sementara Verrell mendapat kritik masyarakat karena dia datang dengan berpakaian yang dianggap tidak lazim saat kunjungan bencana, yakni mengenakan rompi taktis.
Karena itu, kehadiran Verrell tersebut dianggap hanya ingin mencari panggung politik saja. Namun, Verrell menjelaskan bahwa rompi yang dipakainya itu bukan rompi anti peluru, melainkan tactical vest yang mempunyai banyak kantong sehingga dianggap praktis untuk membawa perlengkapan seperti air, uang kas, dan kebutuhan lapangan lainnya.
Adapun, saat kunjungan ke Sumatra, AHY menegaskan pemerintah bekerja cepat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera memulihkan konektivitas dasar agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.
Saat ini, pemerintah menargetkan dalam waktu dua minggu jalur ini dapat tersambung kembali secara temporer, meski hanya dapat digunakan terbatas dan bergantian.
“Tahapan yang harus dilalui, yang pertama adalah memastikan secara temporer jalur ini bisa terhubung kembali. Namun nanti baru bisa digunakan secara terbatas, untuk mendukung mobilitas yang bersifat esensial,” kata AHY, Selasa (2/12/2025).
“Ini bisa kita lakukan mudah-mudahan dalam dua minggu. Sesuai penjelasan Kepala Balai tadi, jalur ini dapat terhubung secara temporer, mungkin baru satu ruas saja sehingga harus bergantian,” ucapnya.
“Kami mohon bantuan TNI dan Polri untuk memastikan penggunaan jalur sementara ini tetap tertib dan aman,” jelas AHY lagi.
Sementara Dedi, terbaru pada Jumat (5/12/2025) lalu, mengirimkan bantuan untuk warga terdampak bencana ke Sibolga, Tapanuli Tengah, salah satu wilayah yang dampak kerusakannya paling berat.
Sebelumnya, Dedi diketahui sudah meninjau sejumlah titik di Sumbar. Rencananya setelah ke Sibolga, Dedi akan terbang ke Aceh.
Dedi menjelaskan, pengiriman logistik ke berbagai daerah di Sumatera dilakukan menggunakan dua pesawat UCR.
Untuk Sibolga, bantuan diterbangkan dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, dalam tiga kali rotasi penerbangan.
Dedi pun berharap misi penyaluran bantuan berjalan tanpa hambatan sehingga warga terdampak segera menerima kebutuhan mendesak mereka.
“Saya ucapkan terima kasih pada semuanya, semoga apa yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dedi.
Kemudian Gibran pada Kamis (4/12/2025) lalu juga mengunjungi langsung lokasi bencana di Sumatera, pertama menuju Padang, Sumbar.
Kunjungan Wapres dan rombongan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo agar langkah mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan infrastruktur dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran melalui kerja bersama seluruh pihak.
Setelah dari Sumbar, Wapres selanjutnya terbang menuju Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
Sebelum kembali ke Jakarta, Wapres juga dijadwalkan meninjau gudang logistik di Lanud Soewondo Polonia Medan, yang menjadi titik distribusi bantuan ke berbagai wilayah terdampak bencana.
Sumber: Tribun