Peran AI dalam Industri Kreatif Rumah Produksi: Ancaman atau Peluang yang Mengubah Masa Depan?

democrazy.id

Peran AI dalam Industri Kreatif Rumah Produksi: Ancaman atau Peluang yang Mengubah Masa Depan?

Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin kencang, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) menjadi salah satu topik paling ramai diperbincangkan di kalangan pelaku industri kreatif.

Ada yang khawatir AI akan “merampas” pekerjaan manusia, ada pula yang justru melihatnya sebagai angin segar yang membuka peluang tak terbatas.

Lalu, bagaimana pandangan dari pelaku industri kreatif Indonesia sendiri?

Dalam sesi wawancara eksklusif program Corporate Insight Beritasatu TV, CEO PT Bie Multi Kreasi, Hembang Nugraha, memberikan perspektif yang sangat jelas dan optimis.

Perusahaan yang dikenal dengan brand bieproduction.com ini merupakan rumah produksi ternama di Indonesia yang melayani jasa video company profile, iklan TVC, video promosi, video animasi 2D/3D, jingle, mars, hingga konten digital lainnya. Kliennya pun beragam — mulai dari instansi pemerintah, BUMN, hingga perusahaan swasta besar.

bieproduction.com

AI Bukan Ancaman, Melainkan Tools yang Memberikan Peluang Besar

Ketika ditanya oleh reporter Beritasatu TV tentang kemajuan teknologi digital dan kehadiran AI, Hembang Nugraha menjawab dengan tegas:

“AI bukan ancaman, melainkan tools yang memudahkan dan memberikan peluang besar bagi para pelaku kreatif untuk mengeksplorasi ide gagasan original dari sudut pandang yang berbeda.”

Beliau menegaskan bahwa AI justru mempercepat dan memperluas ruang kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Berikut beberapa dampak positif AI yang disampaikan langsung oleh Hembang Nugraha:

  • Percepatan pekerjaan rutin: trimming otomatis, color grading awal, penghapusan noise audio, transkripsi otomatis, hingga pembuatan subtitle multibahasa
  • Prototyping & eksplorasi ide super cepat: membuat script draft, storyboard kasar, moodboard, serta variasi gaya visual hanya dalam hitungan menit
  • Skalabilitas & personalisasi konten: satu materi bisa diubah menjadi puluhan versi untuk segmen audiens berbeda tanpa harus syuting ulang
  • Kualitas teknis yang lebih konsisten: koreksi warna otomatis, stabilisasi gambar, sinkronisasi suara, dan quality check yang lebih stabil di setiap proyek
  • Inovasi layanan baru: content-as-a-service, paket video personalisasi, micro-content untuk TikTok/Instagram Reels, hingga virtual production yang sebelumnya sangat mahal kini jauh lebih terjangkau

Contoh Praktis Penerapan AI di Keseharian Rumah Produksi

Hembang Nugraha juga memberikan banyak contoh nyata bagaimana timnya sehari-hari sudah memanfaatkan AI:

  • Transkripsi & subtitle otomatis → menghemat puluhan jam kerja manual, terutama saat membuat versi terjemahan atau konten multibahasa
  • Smart cut / auto-cut → AI mendeteksi momen penting (reaksi penonton, klimaks cerita) dan langsung menyusun rough cut, editor tinggal menyempurnakan
  • Noise removal & audio repair → rekaman wawancara di lapangan yang berisik bisa “dibersihkan” tanpa perlu take ulang
  • Color grading satu klik → hasil look konsisten di seluruh shot, editor tinggal memberikan sentuhan artistik
  • Generative assets → ketika footage utama kurang, AI bisa membuat B-roll, grafis, atau bahkan musik latar sementara untuk presentasi konsep ke klien
  • Script & caption assistant → menghasilkan berbagai alternatif hook dan CTA yang sudah diuji performanya sehingga iklan lebih efektif
bieproduction.com

Manusia Tetap Tidak Tergantikan

Menjawab kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan kreator manusia, Hembang Nugraha menegaskan dengan sangat jelas:

“Dalam dunia kreatif, manusia tetap menjadi sumber utama gagasan, imajinasi, dan sentuhan emosional yang melahirkan mahakarya. Setiap karya besar lahir dari pengalaman hidup, intuisi, dan perspektif unik, serta kemampuan menyampaikan makna dan emosi yang mendalam — hal-hal yang tidak dapat ditiru oleh algoritma mana pun.”

Beliau melanjutkan, AI memang bisa mengotomasi tugas teknis, tapi tidak memiliki kreativitas asli, tidak bisa menghasilkan karya yang bisa dipatenkan secara mandiri, dan tidak punya “jiwa” dalam bercerita.

Justru kolaborasi antara kecerdasan manusia dan kecanggihan teknologi inilah yang akan menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif, lebih efisien, dan lebih berdampak.

Kesimpulan: AI = Peluang, Bukan Ancaman

Dari seluruh paparan Hembang Nugraha selaku praktisi langsung di lapangan, sangat jelas bahwa AI bukanlah ancaman bagi industri kreatif dan rumah produksi di Indonesia. Sebaliknya, AI adalah peluang luar biasa untuk:

  • Meningkatkan produktivitas
  • Menurunkan biaya produksi
  • Mempercepat time-to-market
  • Memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada klien
  • Tetap menjaga manusia sebagai pusat kreativitas

Bagi perusahaan atau instansi yang ingin membuat company profile, iklan, atau konten digital berkualitas tinggi dengan proses yang lebih cepat dan biaya yang lebih terkendali, bermitra dengan production house yang sudah mahir mengintegrasikan AI menjadi langkah sangat strategis saat ini.

Jadi, ancaman atau peluang? Jawabannya sudah sangat jelas dari pelaku industri: AI adalah peluang besar yang mengubah masa depan industri kreatif Indonesia menjadi lebih cerah.

Artikel terkait lainnya