Ray Rangkuti: Ada Persaingan Keluarga Jokowi dan SBY di Balik Senggol Ijazah, AHY Ungkit Kudeta!

DEMOCRAZY.ID – Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menyebut ada persaingan antara keluarga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadapi Pemilu 2029.

Hal tersebut, kata dia, tercermin dari kader Partai Demokrat yang menyenggol soal ijazah Jokowi hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ungkit kudeta partainya.

Itu disampaikan oleh Ray Rangkuti dalam program Bola Liar Kompas TV, Jumat (28/11/2025) malam.

“Ini persaingan di antara keduanya. (Pilpres) 2029, keluarga Jokowi dan keluarga SBY, bersaing ini dan dua-duanya punya anak kan,” kata Ray.

Menurutnya, mereka memiliki posisi yang sama.

“Satu mantan presiden, yang lainnya juga mantan presiden. Dengan posisi yang kurang lebih sama persaingan itu kan, satu wakil presiden, satu menko. Kan kurang lebih sama itu semua.”

Di samping itu, sambung Ray, baik AHY maupun Gibran Rakabuming sama-sama dalam posisi mendapatkan limpahan berkah dari orang tuanya masing-masing.

“AHY mendapatkan berkah suara dari SBY, apalagi Gibran, Gibran itu ya luar biasa dia dapat berkah suara dari Pak Jokowi kan. Jadi kita yang nonton ini seru-seruan deh, cocok lah, jadi enggak usah ditutup-tutupi mereka bersaing dan itu wajar-wajar saja,” ucap Ray.

“Lihat saja nanti, makin kencang ini nanti. Ini masih pelan-pelan. Yang menarik ini kan pintu persaingan ini dibuka oleh Pak Jokowi, ketika Pak Jokowi mengatakan, ada sesuatu di belakang gerakan ijazah palsu itu.”

Ray menuturkan, mengacu pada redaksi yang disampaikan Jokowi perihal pihak di balik tudingan ijazah palsu memang kuat mengarah ke Partai Demokrat.

“Sama Demokrat diambil itu isu ya kan, untuk kemudian memutar, bahwa kami enggak ini, enggak itu dan sebagainya. Tapi kan enggak berhenti di situ kan,” ujar Ray.

Dia mengaku melihat Partai Demokrat pelan-pelan membangun koalisi dengan partai politik yang sama-sama pernah mengoposisi Jokowi.

“Yaitu PKS. Maka pertemuan Demokrat dengan PKS itu, diceritakan lah bagaimana pahitnya dulu mereka di era Pak Jokowi itu.”

Bahkan, sambung Ray, bisa jadi Partai Demokrat dan PKS pada Pemilu 2029 akan menjadi teman baik.

“Pertanyaannya, Gibran ini pakai siapa, masa pakai PSI,” kata Ray.

Sebelumnya, dikutip dari tayangan Kompas TV, saat menyambut kunjungan pengurus PKS, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengungkit kembali luka lama, soal upaya perebutan Ketua Umum dari tangannya, 2021 silam.

Kata AHY, “Kami mudah memaafkan, tapi sulit melupakan”.

Pernyataan politik AHY hanya berselang sepekan, dari pernyataan kader seniornya di DPR, Benny K Harman, yang menyindir soal keaslian ijazah.

Tanpa menyebut nama, publik langsung paham siapa yang dimaksud, saat Benny memuji Hakim MK Arsul Sani, yang mau menunjukkan ijazah aslinya tatkala diterpa isu ijazah palsu.

[VIDEO]

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya