DEMOCRAZY.ID – Dalam sejarah peradaban Islam, kisah para Nabi kerap menyimpan hikmah yang mendalam bagi kehidupan manusia modern.
Salah satu kisahnya ialah mukjizat Nabi Idris, sosok rasul kedua yang tak hanya dikenal dengan hamba yang saleh, namun juga dianugerahi kecerdasan luar biasa oleh Allah SWT untuk peradaban manusia.
Menurut buku Tafsir Qashashi Jilid I (2021, hlm. 109) Nabi Idris lahir di Munaf, sebuah daerah di Mesir.
Nabi Idris adalah keturunan Nabi Adam AS yang keenam. Nabi Idris memiliki nama lengkap Idris bin Yazid bin Mihla’il bin Qinan bin Syits bin Adam.
Kehidupan Nabi Idris AS tak hanya berkutat pada ibadah ritual semata. Beliau menyeimbangkan antara pengetahuan dan kesalehan. Beliau dikenal memiliki wawasan yang melampaui zamannya.
Mulai dari ilmu falak (perbintangan), hingga keahlian teknis yang memprakarsai teknologi modern saat ini.
Nabi Idris dengan mukjizatnya dikenal rajin belajar dan beribadah. Waktu kecil, Nabi Idris mempelajari Shahifah.
Kegiatan inilah membuatnya dijuluki sebagai Idris yang berarti tekun belajar.
Tak sedikit riwayat yang menceritakan kehebatan Nabi Idris. Berikut mukjizat Nabi Idris dan keistimewaannya yang dianugerahkan oleh Allah SWT.
Mukjizat Nabi Idris ini paling berdampak bagi sejarah manusia. Dalam buku Tafsir Qashashi Jilid I, Nabi Idris merupakan orang pertama yang menulis memakai pena yang berasal dari batu kerikil.
Wajar, kemudian jika Allah swt menganugerahkan ilmu pengetahuan yang luas kepadanya.
Sebelum zamannya, manusia hanya mengandalkan lisan dan hafalan. Dengan ilham dari Allah ini, Nabi Idris menggunakan pena untuk mencatat wahyu dan ilmu pengetahuan.
Sebelum masa Nabi Idris, manusia umumnya mengenakan kulit binatang mentah yang dililitkan ke tubuh untuk menutup aurat.
Nabi Idris dianugerahi keahlian untuk memotong, menjahit, dan merancang pakaian yang nyaman, baik dari kulit binatang atau dari bahan lain.
Kecerdasan Nabi Idris meluas hingga ke langit. Beliau menjadi peletak dasar astronomi atau falak. Beliau memahami rasi bintang, pergerakan benda langit, dan penunjuk arah.
Ilmu ini sangat berguna bagi kaumnya dalam menentukan waktu bercocok tanam. Skill ini merupakan bentuk mukjizat Nabi Idris yang bersifat aqliyah.
Menurut buku MENENGOK KISAH 25 NABI & RASUL Oleh Ahmad Fatih (2022: hlm. 8) Nabi Idris juga dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah merasa takut ketika berhadapan dengan umat-nya yang kafir.
Oleh karena itu, dia digelari ‘Singa Allah’. Nabi Idris dikenal akan keberanian beliau dalam memerangi keturunan Qabil yang durhaka dan menolak bertaubat.
Nabi Idris bahkan dikenal sebagai pakar matematika pada zamannya. Beliau sering mengajarkan kaumnya cara berhitung, mengukur, dan membagi porsi dengan adil.
Kemampuan ini sangat penting dalam pembangunan kota dan penataan masyarakat yang lebih terstruktur di Babilonia sebelum akhirnya berhijrah ke Mesir.
Beliau menjadi manusia pertama yang tahu cara menjinakkan kuda dan memanfaatkan sebagai tunggangan.
Sebelumnya, kuda adalah hewan liar, kemampuan ini membuat mobilitas dakwah beliau menjadi lebih luas.
Salah satu keistimewaan yang jarang dimiliki manusia ialah kedekatan beliau dengan malaikat. Kesalehan Nabi Idris membuat malaikat kagum, termasuk malaikat Izrail (pencabut nyawa).
Persahabatan ini begitu erat hingga Malaikat Izrail meminta izin kepada Allah untuk mengunjungi Nabi Idris dalam wujud manusia dan bertamu ke rumahnya.
Mukjizat Nabi Idris AS ini tertuang dalam Al-Qur’an Surah Maryam ayat 57. Sebagian ulama menyebut kisah ini merujuk pada peristiwa kenabian.
Sedangkan yang lain menyebut Nabi Idris diangkat ke surga dan masih hidup di sana atas Izin Allah. Ini menjadi mukjizat yang membuktikan kedudukannya di sisi Allah SWT.
Salah satu kisah paling kuat dalam Mukjizat Nabi Idris adalah pengalaman beliau melihat alam akhirat secara langsung.
Kisah ini bermula dari kedatangan Malaikat Izrail yang menyamar sebagai tamu. Nabi Idris tidak takut dan mengajukan permintaan sakaratul maut untuk melihat neraka dan surga.
Sumber: Liputan6