DEMOCRAZY.ID – Alvaro Kiano Nugroho (6) menjadi korban pembunuhan ayah tirinya, Alex Iskandar, akibat dendam pribadi terhadap sang ibu.
Dari chat yang disita polisi, Alex berulang kali menulis “gimana caranya gw balas dendam” sebelum nekat menculik dan membunuh Alvaro di Jakarta, lalu membuang jasadnya di Tenjo, Bogor.
Akhirnya terungkap motif ayah tiri, Alex Iskandar, tega membunuh bocah enam tahun, Alvaro Kiano Nugroho.
Polisi menyebut pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam Alex terhadap sang istri, Arumi, ibu Alvaro, yang bekerja di luar negeri dan diduga berselingkuh.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menjelaskan bahwa Alex menyalurkan dendamnya kepada anak tiri.
“Ada motif dendam pribadi (pelaku) dengan istrinya… Anak ini adalah anak tiri tersangka,” ujar Ardian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menambahkan polisi menemukan bukti percakapan digital pelaku.
Dalam chat kepada istrinya, Alex berulang kali menulis, “gimana caranya gw balas dendam”, menunjukkan dorongan emosional yang kuat sebelum melakukan penculikan dan pembunuhan.
Alex nekat menculik Alvaro di masjid Pesanggrahan, Jakarta Selatan lalu membuang jasadnya di Bogor.
“Terlapor memiliki dorongan emosional untuk balas dendam, hal ini diakui oleh tersangka melakukan penculikan terhadap AKN sampai dengan membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis tidak berhenti sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” kata Kombes Pol Budi Hermanto.
Alex membungkus jasad korban dengan plastik hitam dan membuangnya di Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor pada 9 Maret 2025.
Jenazah korban akhirnya ditemukan pada Minggu (23/11/2025) dalam kondisi tidak utuh.
Setelah kasus terbongkar, Alex ditangkap polisi pada 19 November 2025 dan ditetapkan sebagai tersangka.
Namun, tersangka kemudian mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di ruangan konseling.
Dokter forensik RS Polri memastikan kematian Alex akibat gantung diri tanpa tanda kekerasan lain.
Aksinya ketahuan, Alex pun resmi ditangkap kepolisian lalu ditetapkan sebagai tersangka.
Terancam hukuman berat, Alex akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Penyidik kepolisian menceritakan detik-detik pelaku pembunuhan Alvaro itu meregang nyawa.
Ternyata pelaku tewas bukan di tahanan melainakn di ruangan konseling.
“Pada saat tempo waktu proses pemeriksaan kan Minggu dini hari, yang bersangkutan dititipkan di ruangan konseling. Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling. Karena status yang bersangkutan sudah tersangka, besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis, apakah tersangka memiliki penyakit bawaan atau penyakit menular sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya,” ungkap Kombes Pol Budi Hermanto.
Terkait dengan kondisi jasad Alex, ayah tiri yang membunuh Alvaro, Dokter Forensik RS Polri Dokter Farah mengungkap hasil autopsi.
Dipastikan pelaku tewas akhir mengakhiri hidup.
“Jenazah atas inisial AI, berusia 49 tahun, ditemukan ada luka lecet kanan yang melingkari leher, sesuai dengan kasus gantung. Tidak ditemukan tanda kekerasan lainnya pada permukaan lainnya,” ucap dokter Farah.
Nenek Alvaro Kiano Nugroho, Sayem (53), mengungkapkan ibu Alvaro, Arum Indah, sempat menceritakan firasat buruk setelah bermimpi anaknya terseret banjir.
Hal tersebut terjadi sebelum Alvaro dikabarkan meninggal dunia.
“Anak saya tuh sudah enggak mau (berkomunikasi dengan ayah tirinya, Alex), soalnya dari pertama itu anak saya sudah curiga. Dia bilang kepada suami saya, Tugimin, bahwa dia sudah diimpiin Alvaro tidak ada, tapi kakeknya tidak percaya,” kata dia, kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Menurut Sayem, ketika suaminya mencoba berkomunikasi dengan Arum Indah, perempuan itu menceritakan bahwa dalam mimpinya, Alvaro terseret banjir.
Tugimin, yang mendengar cerita itu, tidak langsung percaya dan mengingatkan Arum agar tetap berpikir positif, terutama terkait dugaan terhadap ayah tiri Alvaro, Alex.
“Perasaan anak saya di rumah banjir. Tapi yang hanyut cuma Alvaro, katanya begitu. Semua aman. Dia sudah tidak mau berkomunikasi lagi, bahkan minta cerai. Tapi Alex bilang kalau mau cerai, urus sendiri. Arum tidak mau diurus olehnya,” kata Sayem.
Sayem menambahkan, setelah bermimpi mengenai anaknya yang terseret banjir, Arum Indah enggan lagi berkomunikasi dengan ayah tirinya dan sempat meminta cerai.
Keluarga menduga, jika benar Alex terlibat dalam penculikan cucunya, motifnya mungkin untuk membuat Arum kembali rujuk.
“Mungkin dendamnya seperti ini: nyulik Alvaro supaya Arum pulang dan kembali bersama Alex. Tapi anak saya sudah tidak mau,” ujarnya.
Sumber: Tribun