Dulu Diejek Medok, Kini Jokowi Pidato Inggris Lancar di Forum Dunia, Rakyat Terkesima?

DEMOCRAZY.ID – Pada Bloomberg New Economy Forum (BNEF) 2025 di Singapura, mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Mencuri perhatian ketika menyampaikan pidato sepenuhnya dalam bahasa Inggris, sebuah langkah langka yang menandai momen baru dalam kiprah globalnya.

Penggunaan bahasa Inggris oleh Jokowi di Bloomberg New Economy Forum 2025 bukan hanya simbol peran globalnya yang makin menguat.

Tetapi juga membawa konteks sejarah panjang yang jarang dibahas bahwa kemampuan Inggris Jokowi pernah menjadi bahan ejekan publik di masa lalu.

Video di Akhir Artikel

Pidato Bahasa Inggris, Simbol Peran Internasional yang Berkembang

Menggunakan bahasa Inggris di forum global menunjukkan bahwa Jokowi kini menempati peran lebih strategis di panggung dunia.

Ia berbicara sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, posisi yang secara resmi ia terima sejak awal 2025.

Pidato tersebut tidak sekadar isian protokoler melainkan perwujudan sinyal diplomasi dan strategi ekonomi digital Indonesia ke audiens internasional.

Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa era kecerdasan ekonomi (intelligent economy) sangat bergantung pada literasi teknologi rakyat.

Terutama kemampuan dalam AI, machine learning, coding, dan algoritma.

Dia menyebut bahwa daya saing nasional kini ditentukan oleh bagaimana masyarakat Indonesia bisa mengolah data dan informasi.

Lebih jauh, Jokowi menyerukan reformasi lembaga keuangan global seperti IMF dan Bank Dunia, serta aturan dagang WTO, agar lebih adaptif terhadap perubahan digital.

Infrastruktur Digital & QRIS: Kebanggaan Nasional di Panggung Global

Jokowi mengingat kembali perjuangan selama 10 tahun kepemimpinannya, membangun fondasi ekonomi mulai dari jalan, pelabuhan, bandara, hingga jaringan listrik dan digital.

Dia juga menyoroti peluncuran satelit baru untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem data nasional.

Salah satu bagian paling menarik dari pidatonya adalah kebanggaan atas QRIS sistem pembayaran digital.

Yang kini bisa digunakan dari pedagang kaki lima di desa hingga perusahaan besar di kota.

Menurut Jokowi, ini adalah contoh konkret bagaimana infrastruktur digital dan regulasi berpadu untuk memperkuat “tulang punggung kecerdasan ekonomi”.

Rebranding Jokowi: Dari Presiden ke Tokoh Global

Langkah berbahasa Inggris ini bukan hanya soal retorika ini adalah rebranding diplomatik.

Setelah masa kepresidenan selesai, Jokowi kini tampil sebagai statesman global dengan isu ekonomi modern AI, digitalisasi, dan masa depan finansial.

[VIDEO]

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya