DEMOCRAZY.ID – Orang yang selamat di yaumul mizan adalah mereka yang memiliki amal baik lebih berat dibandingkan amal buruknya.
Keselamatan di hari penimbangan ini menjadi harapan setiap muslim yang beriman kepada hari akhir.
Yaumul mizan merupakan salah satu peristiwa penting di hari akhir yang akan dihadapi oleh seluruh umat manusia.
Pada hari tersebut, Allah SWT akan menimbang semua amal perbuatan manusia dengan timbangan yang adil dan sempurna.
Melansir dari berbagai kitab hadis shahih, timbangan Allah pada yaumul mizan sangat besar dan luas, bahkan jika langit dan bumi diletakkan di dalamnya akan tetap lapang.
Konsep ini menunjukkan keadilan mutlak Allah dalam menghitung setiap amal manusia, sekecil apapun itu.
Berikut ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (28/10/2025).
Orang yang selamat di yaumul mizan adalah mereka yang amal kebaikannya lebih berat daripada amal keburukannya ketika ditimbang di hadapan Allah SWT.
Keselamatan ini merupakan tujuan utama setiap muslim yang beriman dan beramal saleh selama hidup di dunia.
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, orang-orang yang beruntung di hari penimbangan adalah mereka yang amal baiknya lebih berat, sehingga mereka akan masuk surga dan selamat dari azab neraka.
Sebaliknya, orang yang amal buruknya lebih berat akan menghadapi kesulitan besar di hari akhirat.
Kriteria keselamatan di yaumul mizan tidak hanya berdasarkan kuantitas amal, tetapi juga kualitas dan keikhlasan dalam beramal.
Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al-Qari’ah ayat 6-7 yang menjelaskan bahwa barangsiapa yang berat timbangannya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
Ini menunjukkan bahwa keselamatan di hari penimbangan membawa kebahagiaan abadi di surga.
Ciri-ciri utama orang yang akan selamat di yaumul mizan meliputi beberapa aspek penting, yakni:
Yaumul mizan secara bahasa berarti hari timbangan atau hari penimbangan. Mizan sendiri berasal dari kata Arab yang artinya timbangan yang berfungsi untuk mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringannya.
Dalam konsep Islam, yaumul mizan adalah hari di mana segala amal perbuatan manusia akan ditimbang di hadapan Allah SWT dengan timbangan yang sangat adil.
Hari ini merupakan salah satu dari rangkaian peristiwa besar di hari kiamat yang harus diyakini oleh setiap muslim sebagai bagian dari rukun iman.
Melansir dari Ensiklopedi Islam Nusantara, yaumul mizan bersifat mutlak dan merupakan kepastian yang tidak dapat diingkari dalam akidah Islam.
Allah SWT yang Maha Mengetahui bentuk dan ukuran sebenarnya dari timbangan ini, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui hakikat sesungguhnya kecuali dengan wahyu yang telah diturunkan.
Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh al-Hakim bahwa mizan akan ditegakkan pada hari kiamat, dan andaikan langit dan bumi ditimbang dengannya, niscaya timbangan tersebut tetap lapang.
Bahkan para malaikat pun mengakui kebesaran timbangan Allah ini dan bertasbih memuji-Nya karena tidak mampu beribadah dengan sebenar-benarnya.
Sumber: Liputan6