7 Negara Paling Kotor di Dunia Berdasarkan Penelitian

DEMOCRAZY.ID – KEBERSIHAN lingkungan menjadi tolok ukur penting dalam menentukan kualitas hidup suatu negara.

Sayangnya, tidak semua negara mampu menjaga kebersihan udara, tanah, dan air mereka.

Berdasarkan berbagai penelitian internasional, terutama dari IQAir, World Health Organization (WHO), dan Yale Environmental Performance Index (EPI), berikut adalah 7 negara paling kotor di dunia, dilihat dari tingkat polusi udara, pengelolaan limbah, dan degradasi lingkungan.

1. Bangladesh

Bangladesh menempati peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia menurut laporan IQAir 2024.

Konsentrasi PM2.5—partikel udara berbahaya yang bisa menembus paru-paru—di negara ini jauh melebihi batas aman WHO.

Faktor penyebab:

  • Padatnya populasi dan urbanisasi ekstrem
  • Industri tekstil yang tidak ramah lingkungan
  • Penggunaan batu bara dan bahan bakar padat

Dampak: Tingkat penyakit pernapasan dan kematian dini akibat polusi udara sangat tinggi.

2. Pakistan

Pakistan mengalami peningkatan signifikan dalam polusi udara dan limbah. Kota-kota seperti Lahore bahkan masuk daftar kota paling tercemar di dunia.

Faktor penyebab:

  • Emisi kendaraan tua tanpa filter
  • Pembakaran sampah terbuka
  • Penggundulan hutan

Dampak: Penurunan kualitas hidup, gangguan kesehatan, dan krisis air bersih.

3. India

Sebagai negara dengan populasi terbesar kedua di dunia, India menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah dan polusi udara.

Beberapa kota seperti Delhi dan Kanpur termasuk dalam daftar kota paling berpolusi di dunia.

Faktor penyebab:

  • Pembakaran biomassa dan limbah pertanian
  • Kepadatan kendaraan bermotor
  • Industri batubara

Dampak: Gangguan jantung, paru-paru, serta berbagai penyakit kronis pada anak-anak dan lansia.

4. Chad

Negara di Afrika Tengah ini menduduki peringkat tinggi dalam daftar negara dengan kualitas udara terburuk menurut WHO. Meski tidak sepadat negara Asia, Chad memiliki kondisi lingkungan yang sangat buruk.

Faktor penyebab:

  • Minimnya infrastruktur sanitasi
  • Pembakaran kayu dan arang untuk kebutuhan rumah tangga
  • Kekeringan dan desertifikasi

Dampak: Risiko tinggi penyakit pernapasan dan rendahnya harapan hidup.

5. Kazakhstan

Negara Asia Tengah ini mengalami degradasi lingkungan berat akibat warisan industri era Soviet dan kurangnya regulasi lingkungan.

Faktor penyebab:

  • Eksploitasi minyak dan gas
  • Polusi air akibat limbah industri
  • Ketergantungan pada energi fosil

Dampak: Pencemaran sungai, tanah tidak subur, dan penyakit kronis meningkat.

6. Indonesia

Indonesia berada di peringkat yang mengkhawatirkan dalam laporan EPI 2024.

Selain polusi udara di kota besar seperti Jakarta, kebakaran hutan tahunan memperparah kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.

Faktor penyebab:

  • Kebakaran hutan akibat pembukaan lahan sawit
  • Pengelolaan limbah yang buruk di kota-kota besar
  • Polusi sungai dari limbah domestik dan industri

Dampak: Kabut asap lintas negara, pencemaran air, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

7. Nigeria

Sebagai negara terpadat di Afrika, Nigeria menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah dan polusi udara. Kota-kota seperti Lagos mengalami penumpukan sampah dan kemacetan parah.

Faktor penyebab:

  • Urbanisasi tanpa perencanaan
  • Limbah elektronik dan sampah rumah tangga
  • Penggunaan generator diesel secara massal

Dampak: Tingginya penyakit akibat sanitasi buruk dan kualitas udara rendah.

Tingginya tingkat polusi dan pencemaran di negara-negara tersebut bukan hanya menjadi masalah lokal, melainkan krisis global yang memerlukan kerja sama internasional.

Pemerintah, industri, dan masyarakat harus bersinergi dalam menerapkan kebijakan ramah lingkungan, membangun infrastruktur hijau, dan mengedukasi publik soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Artikel terkait lainnya