7 Amalan Ringan Tapi Pahalanya Seperti Sedekah Besar Untuk Bekal di Akhirat

DEMOCRAZY.ID – Amalan ringan tapi pahalanya seperti sedekah besar mencakup dzikir, doa, dan perbuatan baik sederhana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Beberapa amalan bahkan hanya memerlukan gerakan bibir atau senyuman, tetapi nilainya setara dengan sedekah harta yang banyak.

Dalam Shahih Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah bersabda tentang berbagai amalan yang tampak ringan namun pahalanya sangat besar.

Islam mengajarkan bahwa bukan kuantitas atau beratnya amalan menjadi tolok ukur, melainkan keikhlasan dan konsistensi dalam mengerjakannya.

Konsep amalan ringan dengan pahala besar juga menunjukkan bahwa pintu kebaikan dalam Islam sangat luas dan terbuka untuk semua kalangan.

Berikut ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (29/10/2025).

7 Amalan Ringan Tapi Pahalanya Seperti Sedekah Besar

Berikut adalah tujuh amalan ringan yang pahalanya setara dengan sedekah besar dan bisa menjadi bekal di akhirat:

1. Mengucapkan Lafaz Subḥānallāh wa biḥamdihī, Subḥānallāhil-‘Aẓīm

Tasbih ini memiliki makna “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung.”

Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita dianjurkan untuk senantiasa bertasbih memuji-Nya, karena Allah tidak membutuhkan makhluk, tapi makhluk yang sangat membutuhkan Tuhannya.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra’ ayat 44 bahwa langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah, bahkan makhluk tidak bernyawa pun bertasbih kepada-Nya.

2. Tersenyum kepada Sesama Muslim

Dari Abu Dzar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu” (HR. At-Tirmidzi).

Setiap orang tentu menginginkan pahala dan amal kebaikan, dan melalui senyuman, seseorang tidak perlu mengeluarkan uang atau harta.

Tersenyum adalah nikmat dari Allah yang patut kita syukuri, karena ia dapat menjadi bentuk ibadah sosial yang bernilai pahala dan menciptakan kebahagiaan serta keramahan dalam pergaulan sesama Muslim.

3. Membaca Ayat Kursi Setelah Salat Fardu

Membaca Ayat Kursi setelah salat fardu memiliki pahala yang luar biasa dan menjadi perlindungan dari gangguan setan.

Di antara manfaat membaca Ayat Kursi adalah melindungi diri dari gangguan setan, mendatangkan keberkahan dalam hidup, serta menjadi sebab seseorang masuk surga tanpa ada yang menghalanginya.

Amalan sederhana ini hanya memerlukan waktu beberapa detik setelah salam, namun keutamaannya sangat besar hingga akhirat.

4. Beristigfar 100 Kali Sehari

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA bahwa para sahabat menghitung Rasulullah SAW beristigfar sebanyak seratus kali dalam satu majelis (HR. Abu Dawud).

Lafaz istigfarnya adalah “Astaghfirullāhal-‘Aẓīm” yang artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Nabi Muhammad SAW yang maksum (terjaga dari dosa) saja masih senantiasa beristigfar, lalu bagaimana dengan kita yang penuh dengan khilaf?

Keutamaan dari memperbanyak istigfar antara lain menjadi jalan keluar dari kesempitan, mendatangkan kelapangan rezeki, menghapus dosa sebanyak buih di lautan, serta menjadi wasilah terkabulnya hajat dan doa.

Maka, biasakanlah membaca istigfar setiap hari karena dengan kekuasaan-Nya, Allah akan mengabulkan permohonan hamba yang memohon dengan tulus dan penuh harap.

5. Menjawab Azan dan Membaca Doa Setelahnya

Ketika azan dikumandangkan, dianjurkan untuk menghentikan sementara segala aktivitas dan memberikan perhatian penuh.

Azan bukan sekadar pemberitahuan waktu salat, tetapi merupakan panggilan suci bagi umat Muslim untuk menunaikan ibadah salat lima waktu.

Disunahkan bagi setiap Muslim untuk menjawab lafaz azan setiap kalimat yang dikumandangkan oleh muadzin.

Setelah azan selesai, disunnahkan pula untuk membaca doa: “Allāhumma rabba hādzihid-da’watit-tāmmati waṣ-ṣalātil-qā’imati, āti Muḥammadanil-wasīlata wal-faḍīlata, wab’athu maqāmam maḥmūdanil-ladzī wa’adtahu, innaka lā tukhlifu al-mī’ād.”

Rasulullah SAW menjanjikan bahwa barang siapa yang membaca doa ini setelah azan, maka akan mendapat syafaatnya di hari kiamat.

Waktu antara azan dan iqamah juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa.

6. Membaca Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang sangat populer dan sering dibaca dalam kehidupan sehari-hari.

Meski hanya terdiri dari empat ayat, surah ini memiliki makna yang sangat dalam tentang keesaan Allah dan keagungan-Nya, sehingga esensi tauhid yang terkandung di dalamnya menjadikan Surah Al-Ikhlas memiliki kedudukan yang istimewa.

Diriwayatkan dalam hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca ‘Qul Huwallāhu Aḥad’ (Surah Al-Ikhlas) sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga” (HR. Ahmad).

Membaca surah ini dianggap setara dengan sepertiga Al-Qur’an, bukan berarti cukup membaca ini saja, tetapi menunjukkan betapa besar keutamaannya di sisi Allah SWT.

7. Membaca Doa Sebelum Tidur

Tidur merupakan aktivitas sehari-hari yang tampaknya sepele, namun Islam mengajarkan bahwa setiap aktivitas, termasuk tidur, bisa bernilai ibadah apabila diawali dengan niat dan adab yang benar.

Salah satu sunnah sebelum tidur adalah membaca doa: “Bismikallāhumma aḥyā wa bismika amūt”, yang artinya “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga mencontohkan beberapa amalan sebelum tidur antara lain berwudu terlebih dahulu, membaca takbir, tasbih, dan tahmid masing-masing 33 kali, membaca tiga surah terakhir (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas), serta membaca Ayat Kursi dan Surah Al-Mulk.

Amalan-amalan ini bukan hanya memperberat timbangan amal, tetapi juga menjadi pelindung dan penenang sebelum beristirahat.

Sumber: Liputan6

Artikel terkait lainnya