6 Amalan Sunnah Sebelum Tidur yang Mendatangkan Berkah!

DEMOCRAZY.ID – Amalan sebelum tidur perlu diketahui seorang muslim sebagai bagian integral ibadah dan muamalah harian.

Di antara yang paling utama adalah meneladani amalan Rasulullah sebelum tidur.

Diriwayatkan dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW melakukan sejumlah amalan sederhana namun bermakna mendalam.

Rangkaian amalan ini bertujuan menjaga kesucian, keselamatan, dan ketenangan jiwa.

Di antara bagian penting itu adalah dzikir dan doa. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa amalan sebelum tidur memiliki nilai tawakkal, zikir, dan perlindungan, sekaligus menjadi bentuk penutup hari yang penuh ketaatan.

Dengan menghidupkan sunnah ini, seorang muslim menata tidur sebagai bagian dari ibadah, menjaga diri, dan menyiapkan hati untuk bangun dalam keadaan lebih bersih dan diberkahi.

Berikut ini adalah amalan sebelum tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW.

1. Berwudhu Sebelum Tidur

Berwudhu sebelum tidur adalah sunnah yang dianjurkan agar seorang muslim menutup hari dalam keadaan suci.

Tidur disebut sebagai “saudara kematian”, sehingga dianjurkan seseorang berada dalam keadaan suci ketika mengistirahatkan tubuh.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau hendak pergi ke tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan perintah berwudhu sebelum tidur sebagai bagian dari adab yang diajarkan Nabi.

Imam Nawawi dalam al-Adzkar menjelaskan bahwa hikmahnya adalah menjaga kesucian diri karena tidur merupakan kondisi di mana seseorang mungkin dipanggil Allah sewaktu-waktu.

2. Mengibas Kasur Sebelum Tidur

Rasulullah SAW mengajarkan agar mengibas atau menepuk kasur tiga kali sebelum berbaring di atasnya. Cara ini dilakukan dengan bagian dalam sarung atau pakaian.

Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada kotoran, serangga, atau sesuatu yang membahayakan yang mungkin berada di atas kasur.

Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya, hendaklah ia kibas sarungnya ke atas tempat tidurnya karena ia tidak mengetahui apa yang ditinggalkan setelahnya. Lalu hendaklah ia berdoa…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan aspek kehati-hatian sekaligus kebersihan sebelum tidur.

3. Membaca Doa Sebelum Tidur

Doa umum yang dibaca Rasulullah SAW sebelum tidur adalah:

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Latin: “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

Artinya: “Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

Doa ini berdasar hadis dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu: “Apabila Nabi hendak tidur, beliau meletakkan tangan di bawah pipi kanannya dan membaca: ‘Bismika Allahumma amuutu wa ahya.’” (HR. Bukhari).

Doa ini dibaca karena tidur adalah keadaan di antara hidup dan mati, tempat ruh “dipegang” sementara oleh Allah. Dengan membaca doa ini seorang muslim menyerahkan diri sepenuhnya kepada perlindungan Allah.

Selain itu, masih terdapat beberapa doa lain dari jalur periwayatan berbeda. Pada intinya adalah bahwa doa sebelum tidur sangat dianjurkan.

4. Membaca Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi sebelum tidur memiliki keutamaan berupa perlindungan dari gangguan setan sepanjang malam hingga pagi.

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah, yang dikenal sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an

Ayat ini mengandung makna tauhid dan penjagaan Allah yang sempurna terhadap hamba-Nya. Dasar pengamalan sebelum tidur adalah Hadis dari Abu Hurairah ketika diajarkan oleh makhluk yang menyerupai manusia (yang ternyata adalah setan):

“Jika engkau membaca Ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Rasulullah SAW bersabda: “Ia telah berkata benar kepadamu, meskipun ia pendusta.” (HR. Bukhari)

Berikut ini bacaan ayat kursi:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā Huwa al-Ḥayyu al-Qayyūm. Lā ta’khudzuhū sinatun wa lā nawm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man ẓallaḏī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’iḏnih. Ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyay’in min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūdūhu ḥifẓuhumā. Wa Huwa al-‘Aliyyu al-‘Aẓhīm.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

5. Membaca Surat al-Muawwidzat

Rasulullah SAW biasa membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas kemudian meniupkan pada kedua telapak tangan dan mengusap seluruh tubuh.

Tiga surat ini dikenal sebagai al-Mu‘awwidzat, yaitu surat-surat perlindungan dari berbagai keburukan, penyakit, gangguan jin, dan hasad.

Dalil: Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Setiap malam ketika Nabi hendak tidur, beliau membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian meniupkan ke telapak tangannya dan mengusap tubuhnya.” (HR. Bukhari)

6. Menyegerakan Tidur

Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya dan tidak menyukai berbincang-bincang lama setelah Isya kecuali karena kebutuhan seperti ilmu atau urusan penting. Setelah shalat Isya, beliau biasanya segera tidur untuk menjaga kualitas istirahat dan bangun di sepertiga malam terakhir untuk tahajud.

Amalan menyegerakan tidur bermanfaat bagi kesehatan, menjaga ritme istirahat, dan mempersiapkan tubuh untuk ibadah malam.

Dalil: Dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:

“Nabi membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Fadhilah Amalan sebelum Tidur

Tak hanya secara spiritual, amalan sebelum tidur juga membuat tidur lebih berkualitas.

Hal ini dikaji secara ilmiah dalam jurnal Efektivitas Aktivitas Dzikir Menjelang Tidur terhadap Kualitas Tidur Lansia di Pondok Gede Kota Bekasi oleh Dini Sukmalara. Disimpulkan, terapi dzikir memiliki reaksi yang cepat untuk mengatasi gangguan tidur Lansia. Dzikir yaitu bacaan yang membuat tidur menjadi lebih tenang dan aman.

Berikut fadhilah (keutamaan) amalan sebelum tidur dengan mencontoh sunnah Rasulullah SAW:

1. Tidur dalam Keadaan Suci

Berwudhu sebelum tidur membuat seorang muslim dalam kondisi bersih dan suci. Ini menjadi sebab turunnya ketenangan dan dicatat sebagai ibadah.

2. Terhindar dari Bahaya Fisik

Mengibas kasur tiga kali mencegah gangguan dari hewan kecil atau benda berbahaya yang mungkin tidak terlihat.

3. Menyerahkan Diri kepada Allah

Membaca doa sebelum tidur menunjukkan tawakkal total kepada Allah dalam kondisi tidak sadar, sehingga tidur menjadi ibadah yang bernilai.

4. Mendapat Penjagaan Malaikat

Membaca Ayat Kursi sebelum tidur membawa perlindungan Allah sepanjang malam, dan setan tidak mampu mendekati orang yang membacanya.

5. Terlindung dari Gangguan dan Hasad

Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas berfungsi sebagai benteng dari sihir, penyakit, pandangan buruk, dan gangguan makhluk halus.

6. Menjaga Kesehatan dan Kualitas Ibadah Malam

Menyegerakan tidur setelah Isya membantu menjaga pola istirahat yang sehat dan memudahkan bangun untuk tahajud atau shubuh.

Sumber: Liputan6

Artikel terkait lainnya