5 POIN Geger Kesaksian Ahok: Heran Kekuatan Riza Chalid, Sentil Menteri BUMN!

DEMOCRAZY.ID – Suasana Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memanas dengan kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina ini tampil sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi raksasa di Pertamina yang diduga merugikan negara hingga Rp285,18 triliun.

Dalam kesaksiannya, Ahok membeberkan sejumlah fakta dan pandangan yang tajam, mulai dari mempertanyakan kekuatan sosok ‘invisible hand’ hingga menyentil kewenangan Menteri BUMN.

Kesaksiannya tidak hanya membuka tabir soal tata kelola di perusahaan pelat merah itu, tetapi juga diwarnai celetukan khasnya yang membuat ruang sidang riuh.

Berikut adalah lima fakta kunci dari kesaksian Ahok di persidangan yang menyeret sembilan terdakwa tersebut:

1. Heran dengan Kekuatan Riza Chalid

Salah satu poin paling disorot adalah saat Ahok mengaku tidak mengenal dan heran dengan besarnya pengaruh Mohammad Riza Chalid, yang disebut sebagai pemilik manfaat dari perusahaan yang terlibat dalam kasus ini.

Ahok secara terbuka mempertanyakan bagaimana Riza Chalid bisa mengintervensi bisnis minyak Pertamina yang menurutnya dijaga sangat ketat.

“Saya juga heran, sekuat apa sih beliau sampai intervensi bisnis minyak Pertamina?” kata Ahok usai persidangan.

Ia bahkan menegaskan baru mendengar nama perusahaan PT Orbit Terminal Merak (OTM) dari media massa dan tidak pernah menerima laporan apa pun terkait pemaksaan sewa terminal BBM selama menjabat.

2. Salahkan Intervensi Menteri BUMN, Klaim Tak Ada Temuan BPK

Ahok membuat pernyataan tajam yang menyasar langsung ke Kementerian BUMN. Ia mengklaim bahwa wewenang dewan komisaris untuk mengawasi dan menindak direksi menjadi terbatas karena adanya intervensi langsung dari menteri.

Menurutnya, pengangkatan direksi seringkali dilakukan tanpa melalui dewan komisaris.

“Sayangnya 2 tahun terakhir keputusan mengangkat direksi atau bukan itu tidak melalui dewan komisioner sama sekali, langsung di-bypass oleh menteri BUMN,” tuturnya.

Di sisi lain, Ahok mengklaim selama masa jabatannya, tidak ada satu pun laporan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penyimpangan sistem pengadaan, termasuk soal sewa kapal yang menjadi inti dakwaan.

“Kami tidak pernah dapat, tidak ada pak. Di masa saya tidak ada,” ujar Ahok.

3. Nego Bisnis Minyak di Lapangan Golf: Paling Murah dan Sehat

Sebuah pengakuan unik datang dari Ahok mengenai cara bernegosiasi dengan para pengusaha minyak kelas kakap.

Ia menyebut lapangan golf sebagai lokasi negosiasi yang paling ideal, bahkan sampai rela belajar khusus untuk bisa bermain golf.

Menurutnya, ini jauh lebih efisien dan sehat dibandingkan lobi di tempat lain.

“Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat paling murah. Jemur, jalan, murah, dan bayarin anggota main itu sangat murah,” ujar Ahok.

“Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham, itu ada negosiasi di lapangan golf. Nah, itu biasa,” tuturnya.

4. Sistem Pengawasan Digital Ketat, Bisa Pantau ‘Kapal Kencing’

Meskipun ada dugaan korupsi besar, Ahok mengklaim telah membangun sistem pengawasan internal yang sangat ketat di Pertamina.

Ia membanggakan sistem digitalisasi yang memungkinkannya memantau pergerakan minyak hingga keuangan secara real-time langsung dari ponsel pribadinya.

“Saya bisa ikuti semua, minyak, uang, semua saya bisa ikuti, sehingga mereka enggak bisa bohongi kami. Pak Jaksa bisa ke Pertamina bisa lihat semua digital lari ke mana, sampai kapal delay berapa hari saja saya bisa curiga ada kencing atau enggak,” kata dia, menggunakan istilah ‘kencing’ untuk pencurian minyak.

5. Celetukan Khas untuk Terdakwa: ‘Aku Juga Pernah Dipenjara’

Tak lengkap rasanya kesaksian Ahok tanpa celetukan khasnya.

Saat diperlihatkan foto salah satu terdakwa, Maya Kusuma, Ahok spontan berkomentar yang mengundang tawa seisi ruangan sidang.

Ia menyinggung perubahan fisik sang terdakwa sambil mengenang pengalamannya sendiri.

“Maya kayaknya dulu lebih gemuk ya, sekarang kurus. Nggak apa apa, aku juga pernah dipenjara gitu kok,” ucap Ahok, yang disambut gelak tawa para pengunjung sidang.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya