5 Jam di Kertanegara, Said Didu: Prabowo Singgung ‘Oligarki’ dan Rp20.000 T!

DEMOCRAZY.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, disebut secara terbuka membeberkan dugaan praktik perampokan negara melalui skema under invoicing saat bertemu sejumlah tokoh kritis di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

Pengakuan tersebut disampaikan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang hadir langsung dalam pertemuan selama lima jam pada Jumat (30/1/2026).

Dalam program ROSI di Kompas TV, Kamis (12/2/2026), Said Didu mengungkapkan bahwa Prabowo menyampaikan presentasi rinci, termasuk menyebut nama-nama pihak yang diduga terlibat praktik manipulasi transaksi ekspor-impor.

“Akhirnya dia menjelaskan semua. Pada saat presentasi, dia sebutkan nama. Inilah perampok negara, rampoknya sekian, caranya menyimpannya begini,” ujar Said.

Menurut Said, Prabowo juga menyebut angka kerugian negara akibat praktik under invoicing mencapai 1,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp20.000 triliun dalam kurun 30 tahun.

Tak hanya memaparkan angka, Prabowo disebut menegaskan praktik tersebut harus dihentikan.

“Dia bilang, ‘Ini orang-orangnya ini aja yang melakukan itu.’ Lalu dia jelaskan lagi bahwa ini harus dihentikan,” kata Said.

Said mengaku sempat mengingatkan Prabowo bahwa pernyataan soal perlawanan terhadap oligarki ibarat menabuh genderang perang.

Menurutnya, baru kali ini seorang presiden secara terbuka menyinggung kekuatan oligarki.

“Dari tujuh presiden sebelumnya, baru kali ini ada presiden yang berani menyinggung oligarki,” ujarnya.

Ia bahkan menyampaikan peringatan keras kepada Prabowo terkait risiko politik dari sikap tersebut.

Akui Sengaja Menghilang

Usai pertemuan itu, Said Didu sempat menghilang dari publik selama 10 hari.

Ia mengaku sengaja menepi ke kampung halaman untuk melihat respons publik.

“Saya ingin menunggu reaksi publik seperti apa sebenarnya atas pertemuan ini. Karena ini kan Pak Prabowo sepertinya baru pertama kali membuka pintu untuk ketemu dengan orang yang mengkritisi pemerintahan selama ini,” ujarnya.

Said mengatakan dirinya sengaja tidak langsung muncul ke publik meski sempat diminta kembali.

“Saya dihubungi untuk kembali dan saya bilang enggak nanti saya ingin menikmati kampung saya dulu,” katanya.

Abraham Samad Angkat Bicara

Pada kesempatan terpisah, mantan Ketua KPK, Abraham Samad, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, membenarkan adanya paparan dari Prabowo.

Abraham menyebut pertemuan diawali dengan presentasi mengenai penyelamatan sumber daya alam melalui pembentukan Satgas PKH.

“Pak Prabowo berbicara tentang penyelamatan sumber daya alam yang sekarang giat dilakukan,” kata Abraham, Senin (2/2/2026).

Selain itu, Prabowo juga membahas hasil kehadirannya dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari 2026.

Menurut Abraham, Presiden turut menyinggung agenda pemberantasan korupsi, penegakan hukum, reformasi kepolisian, hingga gagasan Board of Peace (BoP).

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya