5 Fakta Operasi Senyap Militer Bunuh Gembong Narkoba ‘El Mencho’

DEMOCRAZY.ID – Operasi senyap yang dilakukan militer Meksiko berhasil menewaskan gembong narkoba kelas kakap, Nemesio Oseguera, yang dikenal sebagai “El Mencho”.

Ia adalah pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), yang dikenal brutal.

Operasi berisiko tinggi dilakukan militer Meksiko bersama bantuan intelijen Amerika Serikat (AS) di negara bagian Jalisco.

Penyerbuan ini memicu pertempuran sengit selama berjam-jam dan gelombang kekerasan yang menyebar ke berbagai negara bagian.

Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla menjelaskan ke wartawan bagaimana aksi dilakukan Pasukan Reaksi Cepat Khusus Garda Nasional Meksiko, dengan manuver darat dan udara.

Para prajurit mendekati lokasi El Mencho tanpa mendekati Jalisco untuk menjaga kerahasiaan dan dengan tujuan memberi buronan itu “kejutan”.

“Setelah mereka memastikan kehadiran Oseguera, mereka memutuskan untuk menyerbu peternakan tersebut,” ujarnya seraya mengatakan kejahatan terorganisir dan kepemilikan senjata El Mencho.

Lalu apa saja fakta terkait penyerbuan mematikan ini? Berikut kronologi dan rangkuman fakta CNBC Indonesia, Rabu (25/2/2026).

Kronologi Penyerbuan dan Kematian El Mencho

Berdasarkan laporan Al Jazeera, operasi militer ini bermula pada 20 Februari 2026.

Ini setelah otoritas Meksiko mendapatkan informasi intelijen baru dari pergerakan pacar El Mencho.

Informasi tersebut mengarah pada sebuah properti di kota pegunungan Tapalpa, wilayah tengah-barat Meksiko, yang menjadi tempat persembunyian sang gembong narkoba.

Pasukan khusus yang didukung pesawat militer dan helikopter mulai mengepung dan menyegel area tersebut sebelum fajar menyingsing pada Minggu (22/2/2026).

Kontak senjata kemudian meletus saat tentara merangsek maju, memaksa El Mencho dan lingkaran dalamnya melarikan diri ke sebuah kompleks kabin kayu, di hutan terdekat.

Di sana, baku tembak kedua kembali terjadi dengan intensitas yang lebih tinggi.

Petugas akhirnya menemukan El Mencho dalam kondisi terluka parah bersama dua pengawal setianya.

Pihak berwenang segera melakukan evakuasi medis menggunakan helikopter untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.

Namun pemimpin kartel paling ditakuti itu dinyatakan tewas dalam perjalanan udara.

Seorang pejabat pertahanan AS menyatakan kepada Reuters bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil kolaborasi erat antarnegara.

“Satuan tugas intelijen pimpinan militer AS yang berfokus pada kartel narkoba telah mendukung operasi tersebut,” ungkap pejabat tersebut.

Balasan Mematikan dari Tangan Kanan El Mencho

Kematian El Mencho segera memicu reaksi brutal dari para petinggi kartel yang tersisa di bawah komando sosok senior yang dikenal sebagai “El Tuli”.

Kementerian Pertahanan Meksiko mengidentifikasi El Tuli sebagai tangan kanan sekaligus operator keuangan utama yang mengorganisir serangan terkoordinasi sebagai bentuk perlawanan atas kematian pemimpin mereka.

Otoritas Meksiko melaporkan bahwa El Tuli segera menginstruksikan para anggotanya untuk melakukan sabotase masal.

Ia memerintahkan penutupan jalan, pembakaran kendaraan, hingga serangan langsung ke fasilitas pemerintah di seluruh wilayah Jalisco sebagai pesan tantangan kepada negara.

“El Tuli mengatur blokade jalan dan serangan pembakaran, serta menawarkan hadiah sebesar 20.000 peso (sekitar 1.100 dolar AS) untuk pembunuhan setiap anggota militer setelah operasi 22 Februari,” tulis laporan resmi otoritas keamanan Meksiko.

Pelarian El Tuli berakhir singkat ketika pasukan keamanan melacaknya di kota kecil El Grullo pada hari yang sama.

Dalam upaya melarikan diri, ia melepaskan tembakan ke arah petugas sebelum akhirnya tewas dalam baku tembak yang menyusul di lokasi tersebut.

Kerusuhan Masif ‘Bakar’ Meksiko

Kekerasan yang meletus pasca-operasi menyebabkan kekacauan massal di mana anggota kartel membakar kendaraan dan memblokade jalan raya utama di tujuh negara bagian berbeda.

Maskapai penerbangan terpaksa membatalkan penerbangan sementara sekolah dan universitas menghentikan aktivitas belajar mengajar guna melindungi warga dari amuk massa kartel.

Hingga Senin, pihak berwenang mencatat sedikitnya 30 terduga anggota geng, 25 tentara, dan satu warga sipil tewas dalam kerusuhan tersebut.

Selain korban jiwa, aparat telah menangkap lebih dari 70 orang dan mencatat setidaknya 85 titik blokade jalan yang dilakukan oleh kartel hanya dalam waktu satu hari.

Meski strategi menargetkan pimpinan puncak kartel sering dilakukan, para analis memperingatkan bahwa hilangnya sosok seperti El Mencho dapat menyebabkan faksi-faksi di dalam kelompok tersebut pecah.

Ini bisa memicu perebutan kekuasaan internal yang lebih berdarah di masa depan.

Respons Donald Trump

Presiden AS Donald Trump, memberikan tanggapan terkait tewasnya El Mencho melalui platform media sosial miliknya.

Meski operasi tersebut didukung oleh intelijen negaranya, Trump menegaskan bahwa Meksiko tidak boleh berpuas diri dan harus mengambil langkah lebih agresif dalam memberantas peredaran narkoba ke wilayah utara.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui Truth Social, Trump menekankan perlunya peningkatan upaya dari pemerintah Meksiko untuk menumpas kekuatan kartel yang masih tersisa.

Ia meminta pemberantasan habis secara permanen.

“Meksiko harus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi kartel dan narkoba!” cetus Trump sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Piala Dunia 2026

Gelombang kekerasan ini menimbulkan kekhawatiran besar mengingat Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama AS dan Kanada.

Guadalajara, ibu kota Jalisco yang menjadi pusat bentrokan, dijadwalkan menggelar empat pertandingan penting, sementara Monterrey dan Mexico City juga akan menjadi lokasi pertandingan di stadion legendaris Azteca.

Menanggapi kekhawatiran internasional, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa situasi di Jalisco mulai berangsur normal.

Dirinya menjamin keamanan penuh bagi para pengunjung serta atlet yang akan datang ke Meksiko untuk turnamen sepak bola tersebut.

“Ada semua jaminan bagi Piala Dunia untuk diadakan di Meksiko. Sedikit demi sedikit situasi di Jalisco kembali normal,” tegas Sheinbaum dalam konferensi pers harian pada hari Selasa.

Senada dengan pemerintah, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan keamanan di wilayah tersebut secara saksama.

Pihak penyelenggara berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan otoritas setempat demi memastikan turnamen berjalan tanpa gangguan keamanan.

“Di FIFA Meksiko, kami memantau situasi di Jalisco dengan cermat dan tetap menjalin komunikasi konstan dengan pihak berwenang,” ujar seorang juru bicara FIFA kepada Reuters.

Sumber: CNBC

Artikel terkait lainnya