DEMOCRAZY.ID – Eggi Sudjana mendatangi rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, Jawa Tengah pada Kamis (8/1/2026) sore.
Eggi Sudjana merupakan tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Ia ditemani kuasa hukumnya, Elida Netti serta Damai Hari Lubis yang juga berstatus tersangka pencemaran nama baik.
Diduga kedua aktivis tersebut meminta maaf ke Jokowi lantaran proses hukum kasus ijazah palsu masih bergulir di Mapolda Metro Jaya.
Dalam kasus ini terdapat dua klaster tersangka yakni klaster pertama berisi pihak yang menginisiasi tuduhan seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Sementara klaster kedua berisi pihak yang menyebarkan ulang atau memperkuat tuduhan mulai Roy Suryo, dr. Tifa, dan Rismon Sianipar.
Berikut tiga fakta pertemuan Eggi Sudjana dengan Jokowi:
Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO), Darmizal, turut hadir dalam pertemuan yang digelar tertutup.
Darmizal menerangkan Eggi Sudjana memberikan hadiah buku karya tulisnya ke Jokowi dan mendoakan kesehatan eks Gubernur DKI Jakarta tersebut.
“Pak Eggi Sudjana menutup pertemuan dengan memimpin doa dan mendoakan bapak Jokowi beserta keluarga agar tetap sehat, sukses, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.
Jokowi menyambut hangat kedatangan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyatakan permintaan maaf Eggi Sudjana diterima, namun proses hukum tetap berjalan.
“Ya namanya kita kehidupan sesama namanya ada orang mau minta maaf tentu kita terima ya masak nggak kita terima. Tapi kalau ada pelanggaran hukum itu masalah yang tetap harus diperhatikan,” tegasnya.
Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak boleh merugikan orang lain hingga menimbulkan fitnah.
“Tapi kebebasan kita bukan tanpa batas. Kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Dan itu harus dijamin negara ini,” sambungnya.
Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menegaskan Eggi dan Damai bukan bagian dari tim hukum Roy Suryo Cs.
Meski Eggi telah bermanuver dan meminta maaf, pihaknya tidak memiliki kepentingan dengan Eggi.
“Tidak ada sangkut pautnya dengan perjuangan klien kami untuk tetap konsisten membongkar ijazah palsu Jokowi,” tuturnya.
Ia menambahkan Eggi dan Damai berada dalam satu tim kuasa hukum.
“Sejak awal kami tidak advokasi keduanya. Mereka punya tim lawyer sendiri,” pungkasnya.
Sumber: Tribun