DEMOCRAZY.ID – Curhatan Manohara Odelia Pinot soal kelakuan jahat sang ibu kandung, Daisy Fajarina mengejutkan publik.
Pasalnya setelah 17 tahun kasusnya berlalu, Manohara akhirnya membongkar perangai asli ibunya yang tak banyak diketahui orang.
Seperti diketahui, sosok Manohara pernah viral di tahun 2009 lalu.
Kala itu Manohara jadi sorotan lantaran berseteru dengan sang suami Tengku Muhammad Fakhry Petra yang merupakan putra ketiga Sultan Kelantan, Malaysia.
Nikah di usia 16 tahun, kisah rumah tangga Manohara dengan Tengku Fakhry menyita perhatian satu Indonesia.
Terlebih di antara keduanya muncul tudingan adanya penculikan hingga penganiayaan yang diduga dilakukan Fakhry kepada Manohara.
Tak bertahan lama, Manohara memutuskan untuk cerai dari Fakhry di tahun yang sama dengan pernikahannya yakni 2009.
Usai kisahnya viral, Manohara pun tenar hingga bermain sinetron dan menjadi model.
Lalu karir Manohara tenggelam dan tak pernah lagi terlihat di layar kaca.
Sosok Manohara sempat menyita perhatian publik lagi di tahun 2020.
Saat itu Mano mengumumkan bahwa ia berpindah keyakinan menjadi Kristen.
Enam tahun berselang, Manohara kembali ramai jadi perbincangan publik.
Di awal tahun 2026 ini, Manohara membongkar kelakuan jahat sang ibu kandung, Daisy Fajarina yang selama ini ia tutupi.
Kejahatan pertama yang dilakukan oleh sang ibu kata Manohara adalah tega menjualnya ke laki-laki.
Diakui Mano, sang ibu tega menjual anaknya yakni dirinya demi apartemen dan mobil.
“Mengenai bukti ‘dijual’ buktinya banyak. Saya dijual demi keuntungan materi, sebuah apartemen di SCBD dan sebuah mobil,” akui Manohara, dalam tulisannya di media sosial.
“Staf apartemen tersebut menyaksikan ibu saya memukuli saya di lobi karena saya menolak naik ke unit untuk menemui pria yang telah abuse saya. Ini hanyalah satu contoh. Masih banyak lagi,” sambungnya.
Tak cuma itu, Manohara juga menyebut bahwa Daisy sering bermain ilmu hitam.
Saat masih kecil, Mano mengaku sering melihat ibunya pergi ke dukun dan orang pintar.
Bahkan Manohara turut menemani Daisy pergi ke dukun karena dianggap sebagai anak yang nakal.
“I have a hard time even calling her my mother, because her actions go against every humane definiton of what a mother should because. My mother has long been deeply involved in black magic. In Indonesia, she regularly visited dukuns and orang pintar. When I was a young girl, she took me many times to places like sukabumi and bogor because she believed I was not obedient enough. Instead of seeing me as a young person with her own thoughts, she believed there was something evil inside me.
(Saya bahkan sulit menyebutnya sebagai ibu, karena perbuatannya bertentangan dengan makna kemanusiaan tentang apa itu seorang ibu. Sejak lama, ibu saya sering terlibat dengan ilmu hitam. Di Indonesia, dia sering mendatangi dukun dan orang pintar. Waktu saya masih kecil, saya berkali-kali dibawanya ke tempat-tempat seperti Sukabumi dan Bogor karena dia menganggap saya tidak cukup patuh. Alih-alih melihat saya sebagai anak yang punya pikiran sendiri, dia justru percaya ada sesuatu yang jahat di dalam diri saya,” ungkap Manohara.
Di masa kecilnya, Mano mengaku bahwa ia sering dipaksa ikut ritual di dukun.
Hal itulah yang membuatnya trauma dan bingung dengan perangai sang ibu.
“I was forced to drink ritual water, bathe in oils, and undergo practices that were frightening and confusing. These experiences are traumatic and have stayed with me into adulthood. I want to be clear about one thing. This is not islam. Black magic is forbidden in islam. I have many muslim friends, and they do not practice or believe in what she did. This is about abuse, not religion.
(Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan serta membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini membuat trauma dan terus membekas hingga saya dewasa. Saya ingin memperjelas satu hal: ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam. Saya memiliki banyak teman Muslim, dan mereka tidak mempraktikkan atau mempercayai hal-hal seperti yang dilakukan olehnya. Ini adalah soal kekerasan dan penyalahgunaan, bukan soal agama),” pungkas Manohara.
Lebih lanjut, Manohara pun membongkar kebohongan sang ibu yang mengaku sebagai seorang muslimah taat.
Diungkap Mano, sang ibu sejatinya pernah masuk agama kristen hanya demi keuntungan pribadi.
“This video shows my mother being baptized. At the same time she was spending her social life around wealthy christian women, and converting benefied her in that environment. This is why I say religion, like everything else, is a tool for her. It as adopted, performed, and discard depending on what she can gain. Nothing is ever real with her. Everything is transactional. Everything is a tool.
(Video ini menunjukkan ibu saya sedang dibaptis. Di saat yang sama, kehidupan sosialnya banyak dihabiskan bersama perempuan Kristen kaya, dan berpindah agama memberi keuntungan baginya di lingkungan tersebut. Karena itulah saya mengatakan bahwa agama—seperti halnya hal lain—hanyalah alat baginya. Agama diambil, dijalani, lalu ditinggalkan tergantung apa yang bisa ia dapatkan. Tidak ada yang benar-benar tulus darinya. Semuanya bersifat transaksional. Semuanya adalah alat),” ungkap Manohara.
Sementara Manohara ramai disorot karena membuka kejahatan sang ibu, sebuah akun diduga milik Daisy Fajarina pun membuat heboh.
Akun tersebut merespon Manohara yang terus mengungkap aib ibunya.
Dari balasan yang ditulis akun bernama Aisyah Nadawi itu, Manohara yakin bahwa akun tersebut adalah milik ibunya.
Sebab akun tersebut sangat tendensius dan terlalu membela Daisy.
“Ibumu tidak menjualmu. Hanya menjodohkan dan mencarikan laki-laki mapan yag bisa menghidupimu seumur hidup. Kalau menjual berarti ada harga. Bisa dibuktikan harga jualmu? ada buktinya? kalau tidak ini bisa menjadi kasus hukum. Fitnah lebih kejam daripada membunuh. Kenapa menjodohkan dengan lelaki mapan dan bestatus sosial tinggi? karena sejarah ibumu yang menikah dengan lelaki biasa dengan kemampuan ekonomi pas-pasan tidak terulang lagi padamu,” tulis akun Aisyah Nadawi.
Atas tuduhan dari Manohara yang menyebut ia dijual ibunya tersebut, akun Aisyah Nadawi mengaku akan melaporkan Mano ke polisi.
“Saya sudah SS komentarmu yang menuduh ibumu menjual kamu. Saya akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan tuduhanmu. Kamu siapkan bukti di pengadilan dan kalian yang sudah menyerang saya kalian bisa saya tuntut juga. Bersiap-siaplah,” imbuh akun tersebut.
Dari balasan akun tersebut, Manohara pun mengungkap alasannya memutus hubungan dan komunikasi dengan sang ibu.
“I didn’t lose contact, I cut contact. We were never genuinely close. Although it may have appeared that way publicly. Maintaining the appearance of closeness was very important to her, and it was something we were expected to perform to make her look good. That image functioned as a form of control. (Saya tidak kehilangan kontak, saya memutuskan kontak. Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun di depan publik mungkin terlihat seperti itu. Menjaga kesan seolah-olah dekat sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami “perankan” agar citranya terlihat baik. Citra tersebut berfungsi sebagai bentuk kontrol),” kata Manohara.
Sumber: Tribun