DEMOCRAZY.ID – Amalan ringan berpahala besar merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, di mana perbuatan sederhana yang mudah dilakukan bisa mendatangkan ganjaran yang luar biasa di sisi-Nya.
Ibadah dan amaliah ringan ini menjadi kebaikan di dunia dan investasi besar di akhirat kelak.
Islam tidak hanya menilai besar kecilnya amal dari sisi fisik atau materi, tetapi dari keikhlasan dan kesesuaiannya dengan tuntunan.
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, walau hanya bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (HR. Muslim).
Amalan seperti dzikir, sedekah kecil, menyingkirkan gangguan di jalan, atau membantu orang lain mungkin tampak remeh, namun bisa menjadi sebab besar bagi terbukanya pintu rahmat dan ampunan Allah.
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan, amalan kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus lebih dicintai Allah daripada amal besar yang disertai riya’.
Rahasia besarnya pahala dari amalan ringan terletak pada niat yang ikhlas dan kontinuitas amal.
Imam Nawawi dalam Syarh Muslim menafsirkan bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di sisi Allah, bahkan bisa menjadi penyebab masuk surga. Maka itu, hendaknya kita tidak menunda dan tidak meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, sebab mungkin dari amalan ringan itulah Allah menuliskan baginya derajat tinggi di akhirat.
Berikut ini adalah kumpulan amalan ringan berpahala besar, merangkum Buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar karya Abu Nuh Az-Zubair Al-Batahany dan ebook Sunnah-sunnah Kecil Berpahala Besar karya Muhammad Safrodin.
Amalan Ringan Berpahala Besar:
“Barangsiapa menyertai saudaranya untuk menyelesaikan satu keperluannya, itu lebih aku sukai daripada beriktikaf sebulan di masjidku (Masjid Nabawi).” (HR. Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah, 2/575)
Membantu sesama muslim, seperti meminjami, menemani, atau menolong dalam kesusahan, adalah amalan yang sangat dicintai Allah.
Rasulullah SAW juga bersabda: “Allah akan senantiasa menolong hamba, selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa pergi ke masjid untuk mempelajari atau mengajarkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang berhaji dengan sempurna.” (HR. At-Thabrani, Al-Hakim; disahihkan Al-Albani)
Menuntut ilmu adalah ibadah. Belajar di masjid atau mengajarkannya berpahala seperti haji mabrur. Bahkan, Allah memudahkan jalan menuju surga bagi penuntut ilmu (HR. Muslim no. 2699).
“Siapa yang bersedekah senilai satu kurma dari penghasilan yang halal, Allah akan menerimanya dan mengembangkannya hingga sebesar gunung.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Sedekah tidak diukur dari besar kecilnya harta, tapi dari keikhlasan. Bahkan air minum, sepotong roti, atau senyuman termasuk sedekah.
Nabi SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1956).
Rasulullah bersabda: “Aku melihat seseorang berjalan di surga karena menyingkirkan ranting dari jalan yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim no. 1914)
Amalan kecil ini menunjukkan perhatian sosial dan kepedulian. Allah memberi pahala besar bagi orang yang menjaga kenyamanan dan keselamatan orang lain.
Rasulullah bersabda:
“Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 1006)
Kalimat dzikir adalah bentuk ibadah hati dan lisan yang mudah dilakukan kapan pun. Sebagaimana ditegaskan Nabi SAW:
“Subhanallah wa bihamdih seratus kali sehari, akan dihapus dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari & Muslim).
“Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)
Ucapan salam mempererat ukhuwah dan menjadi sebab masuk surga. Rasulullah SAW bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Mau aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam.” (HR. Muslim).
Nabi SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1956)
Senyum tulus menghapus kesedihan, mempererat hati, dan dihitung sebagai sedekah tanpa biaya apa pun.
Nabi SAW bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bersiwak menambah pahala dan membersihkan diri, termasuk amalan kecil yang sangat dicintai Allah.
Diriwayatkan dalam hadis, Nabi bersabda: “Ditunjukkan kepadaku seorang wanita yang masuk surga karena menyapu masjid.” (HR. Muslim)
Membersihkan masjid menunjukkan cinta kepada rumah Allah. Amalan sederhana ini menjadi sebab seseorang masuk surga.
“Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)
Mengunjungi keluarga, menanyakan kabar, atau sekadar mendoakan termasuk silaturahmi. Amalan ringan, namun balasannya dunia-akhirat.
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi no. 2910)
Membaca Al-Qur’an setiap hari meski satu ayat memiliki pahala berlipat. Allah meninggikan derajat orang yang membaca dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
“Beruntunglah orang yang banyak memohon ampun kepada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 3819)
Mengucap Astaghfirullah ringan di lisan, namun membersihkan hati dan menghapus dosa. Nabi SAW beristighfar lebih dari 70 kali setiap hari.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad & Thabrani)
Memberi makan orang lapar atau memberi air minum termasuk sedekah terbaik. Nabi SAW ditanya sedekah terbaik, beliau menjawab: “Sedekah air.” (HR. At-Targhib wa At-Tarhib no. 962).
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata: ‘Amin, dan untukmu juga seperti itu.’” (HR. Muslim no. 2732).
Mendoakan orang lain tanpa pamrih merupakan bukti keikhlasan dan menambah pahala ganda, karena doa itu kembali untuk diri sendiri.
“Barangsiapa mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas, niscaya dia masuk surga.” (HR. Ahmad & Hakim)
Kalimat tauhid adalah dzikir paling agung. Mengucapkannya dengan iman yang tulus menjadi sebab keselamatan di dunia dan akhirat.
“Barangsiapa mengajak kepada kebaikan, ia akan mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim no. 4831)
Menyebarkan ilmu atau nasihat islami, meski lewat tulisan singkat atau media sosial, bernilai pahala berlipat. Pahala itu terus mengalir selama ilmunya diamalkan.
Amalan ringan berpahala besar menunjukkan bahwa rahmat Allah sangat luas dan kasih sayang-Nya meliputi segala hal. Allah tidak membatasi pahala hanya pada amal besar yang sulit, tapi juga memberi ganjaran besar bagi perbuatan kecil yang dilakukan dengan ikhlas. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
Amalan kecil yang bernilai besar mendidik seorang mukmin untuk memelihara keikhlasan hati dan menjauhi sifat sombong terhadap amal. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa orang yang menganggap kecil amal kebaikan bisa terhalang dari keberkahannya, sedangkan yang menganggapnya besar akan semakin berhati-hati dan tulus.
Amalan ringan menumbuhkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata bahwa amal kecil yang dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amal besar yang terputus-putus.
Hikmahnya, amalan ringan melatih konsistensi dan kesadaran beribadah, sehingga hati tetap hidup dalam mengingat Allah — baik melalui dzikir, sedekah kecil, atau senyum tulus kepada sesama.
Hikmah lainnya adalah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan adil bagi semua umat. Tidak semua orang mampu beramal besar seperti haji, jihad, atau infak besar, namun Allah memberi peluang yang sama melalui amalan ringan seperti dzikir, menolong sesama, atau menyapu masjid.
Amalan kecil sering kali menjadi sebab terhapusnya dosa besar. Dalam hadits disebutkan bahwa seseorang diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan (HR. Bukhari dan Muslim). Ibn Hajar al-Asqalani menafsirkan bahwa amal tersebut diterima karena ketulusan niat dan kasih sayangnya.
Hikmahnya, setiap amalan ringan yang tulus bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi sebab penghapus dosa dan peninggi derajat di sisi Allah.
Amalan dengan pahala terbesar adalah puasa, sholat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, sedekah (terutama saat dalam kesulitan dan sedekah jariyah), menuntut ilmu yang bermanfaat, dan jihad di jalan Allah. Meskipun amalan seperti sedekah dan ilmu yang bermanfaat akan terus mengalir pahalanya, puasa memiliki keistimewaan karena pahalanya langsung dari Allah dan tidak dilipatgandakan seperti amalan lainnya.
Amalan yang paling utama adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya karena menjadi dasar semua amal lainnya, diikuti oleh shalat tepat waktu dan jihad di jalan Allah. Keutamaan shalat sangat ditekankan karena menjadi amalan pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat, sementara jihad memiliki makna luas yaitu perjuangan sungguh-sungguh menegakkan agama Islam dalam berbagai bentuk, termasuk melawan hawa nafsu.
Kalimat Laa Ilaha Illallah Adalah Dzikir Paling Utama.
Ia menjelaskan menurut hadis tersebut pengamalan yang paling dicintai Allah pertama, salat tepat waktunya. Kedua, berbakti kepada orang tua dan ketiga, jihad di jalan Allah.
Zikir Ini Paling Disukai Allah, Cocok Diamalkan di Hari JumatDzikir yang paling disukai Allah SWT adalah kalimat-kalimat tayyibah seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “Laa ilaaha illallah”, dan “Allahu Akbar”.
Selain itu, bacaan dzikir “Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil azhim” juga sangat dicintai Allah dan memiliki timbangan pahala yang berat.
Sumber: Liputan6