DEMOCRAZY.ID – Minyak bumi masih menjadi komoditas strategis yang menentukan peta ekonomi dan geopolitik dunia.
Namun, ada perbedaan besar antara negara yang paling banyak memproduksi minyak dan negara yang memiliki cadangan minyak terbesar.
Mengutip Visual Capitalist, cadangan minyak adalah perkiraan jumlah total minyak yang secara fisik tersedia dan dapat diekstraksi secara ekonomis dari dalam tanah.
Sementara itu, produksi minyak adalah tingkat ekstraksi, pemurnian, dan penjualan minyak setiap hari.
Dengan kata lain, cadangan minyak menunjukkan potensi, sedangkan produksi menunjukkan kapasitas saat ini yang bergantung pada teknologi dan kondisi politik.
Venezuela saat ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel.
Namun, industri minyaknya mengalami berbagai kesulitan dalam beberapa tahun terakhir akibat salah urus dan sanksi AS.
Sementara itu, Amerika Serikat menduduki peringkat teratas dalam produksi minyak global, dengan produksi lebih dari 20 juta barel per hari.
Berikut urutan lengkapnya.
1. Venezuela: 303,2 miliar barel minyak
2. Arab Saudi: 267,2 miliar barel minyak
3. Iran: 208,6 miliar barel minyak
4. Kanada: 163,0 miliar barel minyak
5. Irak: 145,0 miliar barel minyak
6. Uni Emirat Arab: 113,0 miliar barel minyak
7. Kuwait: 101,5 miliar barel minyak
8. Rusia: 80,0 miliar barel minyak
9. Libya: 48,4 miliar barel minyak
10. Amerika Serikat: 45,0 miliar barel minyak
1. Amerika Serikat: 20.135.000 barel per hari
2. Arab Saudi: 10.856.000 barel per hari
3. Rusia: 10.752.000 barel per hari
4. Kanada: 5.888.000 barel per hari
5. Iran: 5.062.000 barel per hari
6. Irak: 4.398.000 barel per hari
7. China: 4.264.000 barel per hari
8. Uni Emirat Arab: 4.006.000 barel per hari
9. Brasil: 3.466.000 barel per hari
10. Kuwait: 2.719.000 barel per hari
Cadangan minyak Amerika Serikat tampak rendah, yakni hanya 45 miliar barel.
Hal ini disebabkan oleh siklus investasi pendek produsen minyak serpih AS yang hanya mencatat cadangan yang layak secara ekonomi untuk beberapa tahun ke depan, lalu menggantinya melalui pengeboran berkelanjutan.
Negara-negara seperti Meksiko, Argentina, dan Inggris juga memiliki cadangan yang relatif terbatas, tetapi tetap mempertahankan produksi yang berkelanjutan, meskipun masing-masing memiliki kondisi yang berbeda.
Venezuela berbeda dari produsen lainnya.
Dengan lebih dari 300 miliar barel cadangan minyak, rasio cadangan terhadap produksinya melebihi 800 tahun, tertinggi di dunia dengan selisih yang cukup jauh.
Iran, Libya, Kuwait, dan Irak juga memiliki umur cadangan hingga ratusan tahun.
Negara-negara seperti Arab Saudi, Kanada, dan Uni Emirat Arab berada di posisi tengah.
Cadangan Arab Saudi dapat bertahan lebih dari 60 tahun dengan tingkat produksi saat ini, sementara pasir minyak Kanada menjadikannya memiliki salah satu umur cadangan terpanjang di antara negara-negara dengan produksi minyak tinggi.
Sumber: Tribun