DEMOCRAZY.ID – Di era globalisasi dan pesatnya perkembangan ekonomi modern, utang negara telah menjadi instrumen yang hampir tak terelakkan bagi mayoritas pemerintah di seluruh dunia.
Utang negara, secara definisi, adalah kewajiban keuangan yang ditanggung oleh pemerintah suatu negara kepada berbagai pihak.
Pihak-pihak ini bisa berasal dari dalam negeri, seperti bank atau individu melalui surat utang, maupun dari luar negeri, seperti lembaga keuangan internasional atau negara lain.
Instrumen utang ini biasanya dimanfaatkan pemerintah untuk membiayai defisit anggaran, yakni ketika pengeluaran negara melampaui pendapatan yang diperoleh dari pajak dan sumber lainnya.
Kebutuhan pembangunan infrastruktur, program kesejahteraan sosial, atau bahkan untuk menstabilkan perekonomian saat krisis seringkali menjadi alasan utama pengambilan utang.
Namun, di tengah gambaran umum ketergantungan pada pinjaman ini, ternyata masih ada negara-negara yang berhasil menunjukkan kemandirian finansial.
Negara-negara ini konon berhasil mengelola keuangan publik mereka dengan sangat cermat tanpa perlu bergantung pada utang, khususnya utang luar negeri atau dalam bentuk yang signifikan.
Fenomena ini tentu sangat menarik untuk dicermati, memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi pengelolaan fiskal seperti apa yang mereka terapkan.
Berikut adalah 10 negara yang dilaporkan tidak memiliki utang negara atau memiliki tingkat utang yang sangat minimal dan unik dalam struktur ekonominya:
Berikut adalah 10 negara yang dilaporkan tidak memiliki utang negara:
Sebagai negara kecil yang diberkahi kekayaan melimpah dari sumber daya minyak dan gas bumi, Brunei mampu membiayai pengeluaran negara secara mandiri.
Dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang besar, hasil penjualan migas, menjadi bantalan fiskal yang sangat kuat bagi Brunei.
Sistem monarki absolut memungkinkan pengambilan keputusan ekonomi yang cepat, mendukung efisiensi pengelolaan kekayaan nasional.
Negara mikro di Eropa ini, terletak di antara Swiss dan Austria, dikenal memiliki ekonomi sangat kuat.
Pertumbuhan ekonomi didukung oleh sektor teknologi tinggi dan jasa keuangan yang berkembang pesat, menjadikannya pusat finansial penting meskipun ukurannya kecil.
Kebijakan fiskal pemerintah Liechtenstein terkenal sangat konservatif dan hati-hati, memastikan pengeluaran tidak melebihi pendapatan.
Bekas koloni Portugis yang kini menjadi Wilayah Administratif Khusus Tiongkok ini adalah pusat perjudian terbesar di Asia, bahkan melampaui Las Vegas dalam hal pendapatan.
Sektor hiburan dan kasino menyumbang pendapatan kolosal bagi Makau.
Dengan anggaran negara yang dilaporkan selalu surplus signifikan, Makau praktis tidak memerlukan utang luar negeri untuk membiayai operasionalnya.
4. Monaco
Negara kota kecil yang identik kemewahan dan gaya hidup kaum elit ini sangat mengandalkan sektor pariwisata mewah dan perbankan sebagai sumber pendapatan utama.
Pemerintah Monaco menerapkan kebijakan fiskal yang sangat ketat, hanya membelanjakan sesuai dengan pendapatan yang masuk.
Statusnya sebagai surga pajak juga menarik banyak individu super kaya, menambah pundi-pundi pendapatan negara.
Negara kepulauan indah di Samudra Pasifik ini berhasil bertahan tanpa utang signifikan berkat pariwisata ekowisata yang kuat.
Keindahan alam bawah lautnya menarik penyelam dari seluruh dunia.
Selain itu, Palau juga menerima bantuan hibah substansial dari Amerika Serikat, menjadi sumber pendanaan alternatif non-utang.
Pemerintahnya dikenal sangat bijak dalam mengelola anggaran negara yang terbatas, memprioritaskan pengeluaran.
Negara pulau kecil di Pasifik ini pernah sangat kaya raya berkat cadangan fosfatnya.
Setelah cadangan tersebut hampir habis, Nauru mengalami krisis ekonomi yang parah, namun pemerintahnya belajar banyak dari pengalaman tersebut.
Saat ini, Nauru sangat berhati-hati dalam pengelolaan keuangan, berusaha keras menghindari utang dan lebih memilih mengandalkan hibah internasional serta pendapatan dari penampungan pencari suaka (dalam kesepakatan dengan Australia).
Negara kecil di Pasifik yang terancam naiknya permukaan air laut ini memiliki sumber pendapatan yang tidak biasa namun krusial.
Tuvalu berhasil memanfaatkan kode domain internet uniknya, “.tv”, menjadi sumber pendapatan stabil dari lisensi pengguna domain.
Pendapatan ini, ditambah bantuan signifikan dari negara-negara lain dan dana perwalian internasional, memungkinkan Tuvalu mengelola negara tanpa perlu berutang.
Sebagai negara kota terkecil di dunia dan pusat spiritual Gereja Katolik Roma, Vatikan memiliki struktur ekonomi yang sangat berbeda.
Pendapatan utamanya berasal dari donasi umat Katolik di seluruh dunia (dikenal sebagai Peter’s Pence) dan pendapatan dari operasional museum serta penjualan suvenir.
Manajemen keuangan Vatikan dikenal sangat konservatif dan terpusat, memungkinkan operasional tanpa penerbitan utang publik konvensional.
Wilayah seberang laut Britania Raya di Karibia ini terkenal di seluruh dunia sebagai salah satu pusat keuangan lepas pantai (offshore financial center) terbesar.
Statusnya sebagai pusat keuangan internasional menarik banyak perusahaan dan individu untuk mendaftarkan entitas bisnis di sana.
Pemasukan besar dari sektor pendaftaran bisnis dan jasa keuangan memungkinkan pemerintah British Virgin Islands mengelola anggaran negara tanpa memerlukan utang signifikan.
Negara pulau kecil di Samudra Pasifik ini mempertahankan stabilitas fiskal yang unik, sebagian besar berkat hubungan erat dan bantuan berkelanjutan dari Selandia Baru.
Bantuan finansial dari Selandia Baru menjadi tulang punggung anggaran negara Niue.
Selain itu, Niue juga memanfaatkan penjualan lisensi kode domain internet uniknya, “.nu”, sebagai sumber pendapatan tambahan yang signifikan.
Demikian daftar 10 negara yang dilaporkan berhasil mengelola keuangan mereka tanpa utang negara dalam pengertian konvensional atau dalam jumlah signifikan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dengan kombinasi unik antara sumber pendapatan spesifik, ukuran negara yang kecil, kebijakan fiskal yang bijaksana, dan dalam beberapa kasus, dukungan eksternal yang kuat, sebuah negara bisa tetap mandiri secara finansial.
Sumber: NetralNews