10 Mata Uang yang Menguat Terhadap Dollar AS ‘In This Economy’, Termasuk Negara Tetangga Indonesia

DEMOCRAZY.ID – In This Economy, beberapa mata uang di dunia mengalami kenaikan nilai tukarnya terhadap dollar Amerika Serika (AS).

Diketahui kalimat ‘In this economy’ adalah ungkapan sarkastik atau humoris yang populer di media sosial untuk menyindir kondisi ekonomi sulit yang dinarasikan terjadi saat ini.

Mata uang dari negara dengan PDB di atas 250 miliar dolar AS mengalami penguatan signifikan.

Di posisi teratas, shekel Israel mencatat kenaikan tertinggi sebesar 20,2 persen terhadap dolar AS.

Gubernur bank sentral Israel mengaitkan penguatan ini dengan ketahanan ekonomi di tengah konflik, performa ekspor yang solid, serta tingginya investasi asing langsung yang mendorong permintaan terhadap mata uang tersebut.

Di daftar selanjutnya ada peso Kolombia menguat 19,7 persen.

Selanjutnya di posisi tiga hingga empat ada rand Afrika Selatan dan peso Meksiko yang sama-sama naik 16,4 persen, mengutip data dari visualcapitalist.com.

Mata Uang Dollar AS Melemah

Fenomena nilai tukar mata uang yang melejit di beberapa negara tidak lepas dari pelemahan dollar AS itu sendiri.

Para analis menilai ketidakpastian kebijakan pemerintah AS serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh sejak awal 2025 membuat investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri.

Pelemahan dolar AS berdampak luas terhadap pasar global.

Produk-produk AS menjadi lebih murah bagi negara lain, sehingga berpotensi meningkatkan ekspor AS.

Sebaliknya, negara dengan mata uang yang menguat bisa menghadapi tantangan daya saing.

Bagi investor, kondisi ini membuka peluang.

Nilai investasi luar negeri bisa meningkat saat dikonversi kembali ke dolar AS, bahkan tanpa pertumbuhan aset yang signifikan, hanya karena efek nilai tukar.

Lantas berikut 10 Daftar Mata Uang yang Menguat terhadap Dolar AS (Year-over-Year), mengutip visualcapitalist.com:

  1. Shekel Israel: 20,2 persen
  2. Peso Kolombia: 19,7 persen
  3. Rand Afrika Selatan: 16,4 persen
  4. Peso Meksiko: 16,4 persen
  5. Dolar Australia: 14,8 persen
  6. Real Brasil: 14,5 persen
  7. Naira Nigeria: 13,5 persen
  8. Krone Norwegia: 12,7 persen
  9. Tenge Kazakhstan: 12,3 persen
  10. Ringgit Malaysia: 11,2 persen

Artikel terkait lainnya