HUKUM PERISTIWA

Terungkap! Puluhan Botol Yang Disita Polisi di Stadion Kanjuruhan Ternyata Bukan Miras, Tapi Obat Sapi

DEMOCRAZY.ID
Oktober 12, 2022
0 Komentar
Beranda
HUKUM
PERISTIWA
Terungkap! Puluhan Botol Yang Disita Polisi di Stadion Kanjuruhan Ternyata Bukan Miras, Tapi Obat Sapi

Terungkap! Puluhan Botol Yang Disita Polisi di Stadion Kanjuruhan Ternyata Bukan Miras, Tapi Obat Sapi

DEMOCRAZY.ID - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut botol-botol yang ditemukan polisi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, bukan minuman keras atau alkohol.


Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyampaikan bahwa minuman yang diduga alkohol itu merupakan jamu atau obat tradisional untuk sapi yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).


"Memang itu UMKM, semacam UMKM gitu memproduksi untuk pengobatan sapi," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Rabu (12/10).


Anam menyebut jamu untuk sapi itu dititipkan oleh UMKM di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk dijual. 


Sementara, kantor Dispora itu berada di dalam stadion.


Anam mengaku temuan itu didapat dari keterangan berbagai pihak, termasuk pemilik UMKM dan petugas di Dispora. 


Bahkan, dia diperlihatkan bahwa obat jamu itu dalam jumlah banyak.


"Kami juga ketemu langsung sama pemiliknya kami juga ketemu langsung sama yang bertanggung jawab di Dispora itu," ujar Anam.


"Katanya orang Dispora dititip di sana, katanya yang punya memang dititip di sana karena mau dibawa ke Jakarta," imbuhnnya.


Adapun tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 malam usai laga Arema FC dengan Persebaya. 


Awalnya, usai pertandingan malam itu, suporter Arema turun ke area lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.


Namun, hal itu direspons polisi dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan stadion. 


Akibatnya, para penonton berlarian panik hingga terinjak-injak. Mereka juga mengalami sesak napas.


Sebanyak 132 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka akibat insiden itu.


Saat ini, polisi telah menetapkan enam tersangka terkait insiden itu. 


Selain itu, Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan.


Pada Sabtu (8/10), kepolisian mengklaim menemukan dan menyita 46 botol miras oplosan di luar dan sekitar Stadion Kanjuruhan usai insiden pada 1 Oktober.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan ada 11 botol miras yang sedang didalami oleh tim laboratorium forensik (labfor). [Democrazy]

Penulis blog